Pemandian Selokambang Makan Korban Jiwa

Lumajang, Motim - Pemandian Alam Selokambang memakan korban jiwa. Seorang pemuda tewas setelah tenggelam di tempat pemandian yang berada di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko itu. Peristiwa tersebut terjadi Rabu (4/12), siang.
Pemandian Alam Selokambang
Pemandian Alam Selokambang
Dari informasi yang didapat Memo Timur, korban bernama Saiurrahman. Warga Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir itu datang ke sana bersama dengan sejumlah temannya. Pemuda berusia 22 tahun tersebut tidak bisa berenang namun mandi di kolam yang dalam.

Korban pertama kali diketahui tenggelam oleh temannya sendiri. Tubuh korban berada di dasar kolam. Temannya pun segera minta tolong kepada putugas di sana. Namun saat korban diangkat dari kolam, nyawanya sudah tidak tertolong.

Atas kejadian tersebut, tak sedikit yang akhirnya menyoroti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang selaku pihak pengelola Selokambang. Ada yang minilai insiden tersebut terjadi, karena kurangnya pengawasan dari petugas. Sehingga telat mengantisipasi.

Namun Kepala Disparbud Lumajang, Bambang Soekwanto saat dikonfirmasi Memo Timur, menjelaskan, sudah ada 4 petugas penjaga kolam. Dua petugas di kolam dewasa dan 2 petugas di kolam anak-anak.

Ia menegaskan, pihaknya sudah berusaha menyelematkan korban. Kemudian ketika korban sudah diketahui tak bernyawa, jenazah dibawa ke Puskesmas Purwosono lalu ke RSUD dr. Haryoto untuk dilakukan visum.

“Tetapi pihak keluarga menyatakan tidak mau (jenazah korban) divisum. Namun kita memberikan santunan,” katanya, Kamis (5/12).

Lanjutnya, pihak keluarga juga tidak ada tuntutan dan menerima kejadian ini. “Karena memang informasinya dari pihak bapaknya selama 3 hari sebelumnya sudah ada tanda-tanda. Terus anaknya juga sudah pamitan,” jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, Bambang akan melakukan evaluasi. Pelatihan untuk petugas akan dilaksanakan lagi. Namun menurutnya tidak perlu ada penambahan petugas. “Kalau petugas sudah cukup. Cuma mungkin dilatih lagi sebagai tenaga penyelamat,” ujarnya.

Ia menambahakan, tahun depan juga akan ditambah papan himbauan-himbauan agar pengunjung lebih berhati-hati. Termasuk pengeras suara. “Selain tulisan tetap ada himbauan (dari petugas). Seperti jangan sampai ke tengah dan sebagainya,” pungkasnya. (fit)