Pilkades Kunir Kidul Memanas, Antar Pendukung Bentrok

Lumajang, Motim - Pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, yang dilaksanakan pada Rabu (18/12), memanas. Antar pendukung calon kepala desa (Cakades) bentrok.
kondisi korban
Kondisi korban saat mendapatkan perawatan intensif
Dalam insiden itu, dua orang masing-masing bernama Rony dan Paeng, keduanya warga Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, mengalami luka tusuk dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang.

Satu orang lagi bernama H. Hoir, warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, mengalami luka robek pada bagian kepala dan kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo Timur di lapangan bentrok antar pendukung itu terjadi di lapangan sepak bola Kunir Kidul bermula salah satu pendukung Calon Kepala Desa bernama Drajat Ali Fatoni berinisial Hari, diduga membagikan uang kepada warga yang hendak melakukan pencoblosan diharapkan memilih Drajat Ali Fatoni.

Hal itu diketahui oleh Rony dan Paeng yang merupakan pendukung Calon Kepala Desa bernama Abu Bakar yang menyebabkan kedua pendukung terlibat cekcok mulut dan berakhir bentrok.

Atas kesigapan babinkamtibmas, babinsa dibantu petugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Polres Lumajang yang sedang melakukan pengaman Pilkades. bentrok antar pendukung itu berhasil dilerai.

Tiba-tiba H. Khoir yang merupakan pendukung Cakades Drajat Ali Fatoni datang juga terlibat cekcok dan H. Koir dihantam kayu oleh kelompok pendukung lawan hingga luka robek pada bagian kepalanya.

Bentrok makin memanas hingga terjadi penusukan terhadap Rony dan Paeng. “Kata warga yang melihat kejadian saat itu yang melakukan penusukan itu adalah H. Khoir. Lebih jelasnya langsung ke Pak Polisi ae,” kata Ruri.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH, M.Hum ketika dikonfirmasi Memo Timur membenarkan kejadian tersebut. “Antar pendukung Cakades Mas,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah kasus itu ditangani Polsek Kunir dengan tegas Hasran menyampaikan kasus itu ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.

“Ketiga korban masih dirawat di rumah sakit. Sejumlah saksi dan pihak terkait sudah kami bawa ke Polres Lumajang untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.(cho)