Pisang Agung Semeru Kualitas Terbaik Dilombakan

Kontes Pisang Agung Semeru di Kecamatan Pasrujambe. (fit)
Lumajang, Motim - Julukan Kota Pisang melekat pada Kabupaten Lumajang. Karena daerah di kaki Gunung Semeru ini sudah diakui sebagai penghasil pisang. Salahsatunya varietas yang dinamai Pisang Agung Semeru.

Dalam kontes Pisang Agung Semeru yang digelar di Lapangan Kecamatan Pasrujambe, Sabtu (30/11), bisa dilihat banyak pisang kualitas terbaik dari petani yang dilombakan. Kontes pisang ini salahsatu ragam acara dalam Festival Ngokop (Ngombe Kopi) Bareng 1000 Gelas.

Dinas Pertanian Lumajang bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pasrujambe, sengaja menggelar acara ini untuk menyemangati para petani dalam membudidaya Pisang Agung Semeru.

Dalam kontes ini, penilaian juri diantaranya berdasarkan kondisi fisik pisang. Semakin bentuknya bagus dan ukurannya besar, semakin tinggi nilainya. "Jadi kita ukur lingkar buahnya," kata Zainul Hadi selaku juri dari Dinas Pertanian Lumajang UPT Kecamatan Pasrujambe.

Kemudian dari segi warna, jika warnanya cerah, juga makin tinggi nilainya. "Kalau untuk oleh-oleh kan warnanya harus cerah, lebih bagus, bukan yang kusam. Juga harus mulus tidak ada bintik-bintik," lanjutnya.

Penilaian lainnya adalah, melihat jumlah buah di tiap sisir serta bentuknya harus seragam. Sementara untuk rasa, tidak menjadi bagian dari penilaian dari para juri. "Karena kalau rasa, rata-rata Pisang Agung Semeru ya sama rasanya," ujarnya.

Zainul menambahkan, harga Pisang Agung Semeru kualitas terbaik dari petani bisa mencapai Rp 150 ribu. "Ini yang biasanya untuk oleh-oleh. Kalau untuk keripik, biasanya dihitung perkilogram, bisa Rp 6 ribu perkilogram," pungkasnya.

Sementara Camat Pasrujambe, Iwan mengatakan Festival Ngokop Ngopi 100 Gelas adalah acara untuk mendukung petani di kawasan tersebut. Karena di Pasrujambe juga terkenal sebagai penghasil kopi.

Selain menyediakan 1000 gelas kopi, pihaknya juga menggelar berbagai ragam acara dalam kesempatan itu. Selain ada kontes pisang, juga ada bazar, kemudian berbagai hiburan kesenian dari masyarakat setempat.

“Ada jaran slining, baleganjur, reog, dan banyak lainnya. Semuanya dari seniman di Pasrujambe,” katanya.

Lanjutnya, Ia berharap, tahun depan acara tersebut akan bisa digelar lagi. Namun tentunya dengan konsep yang lebih bagus lagi. “Sehingga bisa menarik masyarakat yang lebih banyak lagi tentunya untuk datang ke Pasrujambe,” pungkasnya. (fit)