Produk Kopi Pasrujambe Terkendala Paten dan Merek Dagang

Lumajang, Motim - Kecamatan Pasrujambe terkenal dengan produksi kopi. Banyak petani di sana yang menggantungkan hidup dari kopi. Tak sedikit yang juga sudah mengemas produk kopinya dan menjualnya. Bukan hanya di Lumajang saja namun juga ke berbagai daerah.
Salahsatu produk kopi dari Lumajang
Salahsatu produk kopi dari Lumajang
Namun ada sebagian diantaranya yang saat ini masih memiliki kendala terkait paten dan merek dagangnya. Sehingga sejauh ini juga terkendala pemasarannya, karena belum bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal ini diakui sendiri oleh Camat Pasrujambe, Dian Nurwisudah Kurniawan Hadi Pamujo atau lebih akrab disapa Iwan. Menurutnya kadang ada pengrajin kopi yang mau mendaftarkan merek dagangnya namun tidak bisa karena sama dengan daerah lain.

“Terkait paten, kadang mau daftarkan merek tapi sudah dimiliki daerah lain,” ucapnya.

Sehingga menurunya, mereka harus mengganti nama merek pada produk kopinya. Hal ini tentu otomatis juga harus mengurus kembali perizinan. Namun beruntung untuk perizinan ini bisa lebih mudah.

“Untuk perizinan tidak ada hambatan, karena bisa dilayani di kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, diluar kendala tersebut, sudah banyak kopi dari Pasrujambe yang dikirim ke luar daerah. Meski ada keterbatasan untuk penjualannya. “Untuk pasar hanya getok tular saja, namun ada juga yang sudah melayani secara online,” pungkasnya.

Bahkan ada diantaranya yang sudah menerima permintaan dari luar negeri dan mengekspornya. “Ekspor juga ada, seperti Pak Robert itu. Dia pemasarannya sudah luas,” katanya.

Iwan menegaskan, yang terbanyak di Pasrujambe adalah kopi jenis robusta. Namun masih ada jenis lainnya juga yang ditanam oleh petani di sana. “Kita juga ada arabika dan juga kopi excelsa,” pungkasnya. (fit)