Sejumlah Ruas Jalan Rusak Diperbaiki melalui Program dari KPUPR

Lumajang, Motim - Lumajang menjadi salahsatu kabupaten/kota yang mendapatkan bantuan Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) dari Kementeriam Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR). Ini merupakan program KPUPR bekerjasama dengan pihak Australia untuk memperbaiki ruas jalan rusak.
Plt Kabid Bidang Bina Marga DPUTR Lumajang Agus Siswanto
Plt Kabid Bidang Bina Marga DPUTR Lumajang, Agus Siswanto
“Tujuannya sebagai pilot project penanganan jalan di kabupaten atau provinsi. Dimana untuk sementara ini yang dapat adalah kabupaten/kota atau provinsi yang daerahnya ada KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional),” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang, Agus Siswanto, Senin (16/12).

Lanjutnya, ada 88 daerah yang masuk dalam KSPN. Namun pada tahun ini, hanya ada 10 daerah saja. Salah satunya adalah Lumajang yang masuk dalam KSPN Bromo Tengger Semeru yang meliputi Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

“Di tahun ini alhamdulillah di Lumajang itu menjadi satu kabupaten yang mendapatkan PHJD. Kita lakukan pemeliharaan jalan di beberapa titik berdasarkan dipilih teman-teman dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya pada Memo Timur.

Adapun ruas jalan yang diperbaiki itu diantara di jalur Karanganom-Senduro, Boreng-Dawuhan Wetan, Sarikemuning-Pagowan, Pagowan-Jambearum, Rowokancu-Kedawung, Kedawung-Gucialit, Dawuhan Lor-Bodang, Bodang-Wonokerto, Kandangan-Wonokerto, Wonokerto-Gucialit, Tempeh Lor-Kedungmoro, dan Karanganom-Tumpeng.

“Penanganan ini adalah penanganan pemeliharaan. Dan di sini, untuk penanganan itu harus satu ruas, satu segmen harus tuntas. Mangkanya ini dipilih kerusakannya tidak terlalu parah. Sehingga bisa dipelihara di satu segmen. Mulai dari kekerannya, bahu jalan, sampai dengan saluran,” jelas Agus Siswanto.

Lanjutnya, kenapa penanganan dilakukan di titik-titik tertentu terlebih dulu. Menurutnya sudah ada skala prioritas. Jadi jika ada titik yang belum disentuh, selanjutnya akan dilakukan di tahun berikutnya. Pada 2020 dan 2021.

“Pemiliharaan yang dilakukan pengecoran di situ memang spot-spot dari skala prioritas, diharapkan nanti berkelanjutan. Di 2019 ada, 2020 ada, 2021 ada. Karena ini dibagi per tahun, jadi itu kita prioritaskan. Seperti di daerah tanjakan, tikungan, dan daerah yang diperlukan untuk salipan. Jadi memang di spot-spot tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam program ini memang berkelanjutan selama 3 tahun. Sehingga sudah bisa dipastikan pada dua tahun yang akan datang, Lumajang akan mendapat lagi bantuan program tersebut.

“Sisanya di titik lain, akan di tahun berikutnya. Jadi programnya ini didesain 3 tahun. Jadi sampai 2021 pasti dapat,” pungkasnya. (cho/fit)