Shinchan dan Chibi Maruko Dalam Perbandingan


Oleh: Ucik Susilowati
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang

Karya sastra merupakan suatu ciptaan yang memiliki seni di dalamnya. Karya sastra meliputi antara puisi, drama, dan prosa. Bentuk dari prosa itu sendiri adalah cerpen dan novel. Semua yang ada di dalam suatu karya sastra merupakan rekaan atau imajinasi dari pengarang itu sendiri. Pengarang bebas menentukan karya apa yang mau dibuatnya dan bagaimana pengarang membuat cerita yang menarik. Karya sastra mencencerminkan dan mengekspresikan hidup. Pengarang tidak bisa tidak mengespresikan pengalaman dan pandangan tentang hidup. Sebuah karya sastra memiliki sifat yang khayali atau tidak nyata dalam dunianya, meskipun sebuah karya sastra mengambil dari kehidupan manusia atau cerminan dari kehidupan sehari-hari.

Pada saat ini perkembangan karya sastra sangat luas terutama yang menyangkut mengenai variasi penggunaan wahana karya sastra seperti film. Film atau serial drama dikatakan sebagai seni naratif yang diciptakan dalam bentuk gabungan anatara audio dan visual. Film, kartun, atau drama masuk ke dalam karya seni naratif yang bersifat fiktif, estetik, dan bermedium bahasa. Film, kartun, atau drama bertujuan untuk memberikan hiburan dan wawasan atau contoh kepada penonton. Melalui sarana cerita penonton secara tidak langsung dapat belajar merasakan dan menghayati berbagai permasalahan kehidupan yang sengaja ditawarkan pengarang sehingga produk karya seni dan budaya dapat membuat penonton menjadi manusia yang lebih arif dan dapat memanusiakan manusia. Seperti pada kartun Sinchan dan Chibi Maruko.

Kartun Sinchan dan Chibi Maruko selain sebagai hiburan bagi anak-anak juga memiliki nilai moral yang dapat di contoh oleh anank. Penelitian ini akan membahas mengenai nilai moral yang dapat di ambil dari serial kartun anak-anak yaitu Shinchan Chibi Maruko, yang mana kedua serial ini sangat digemari oleh anak. Sedangkan manfaat dari adanya perbandingan ini akan mengetahui mana yang cocok di tonton anak dan mana yang kurang cocok. Sehingga orang tua akan merasa aman dengan tontonan anak-anak yang ada di televisi.

Jika berbicara mengenai serial televisi tentu banyak sekali pilihan yang ada, namun kita kidak tau apakah hal tersebut baik atau tidak bagi anak-anak. Semakin berkembangnya teknologi dan banyaknya tontonan anak-anak yang muncul maka sebagai orang dewasa kita harus lebih selektif lagi saat memilikan program televisi untuk anak-anak. kartun yang sering dilihat oleh anak-anak terkadang bisa menjadikan sebuah contoh dalam kehidupan sehari-hari mereka. Seperti pada serial kartun Jepang yang ditayangkan di televisi yaitu Shinchan dan Chibi Maruko. Sekilas dua kartun ini tidak memiliki perbedaan yang segnifikan. Namun, saat dilihat lebih dalam lagi kartun-kartun bisa menjadi contoh yang buruk.

Serial kartun  Shinchan dan Chibi Maruko memiliki cerita yang hapir sama yaitu mengenai  kehidupan seorang anak yang berada di sekolah taman kanak-anak. Chibi dan Shinchan adalah anak yang ceria ia selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik. Di dalam cerita di perlihatkan mengenai interaksi yang dilakukan oleh Shinchan dan Chibi Maruko kepada teman sebaya, orang tua atau keluarga, tetangga, dan gurunnya. Sekilas cerita yang ditayangkan tidak memiliki hal yang aneh namun setelah dilihat lagi banyak terselib nilai moral yang dapat di tiru oleh anak-anak dan yang tidak boleh ditiru. Perbedaan dari kedua kartun tersebut dapat dilihat dari cerita kehidupan yang di tampilkan oleh Shinchan dan Chibi saat bersikap kepada orang tua atau pun guru.

Serial kartun Shinchan cenderung tidak cocok untuk ditampilakn ditelevisi atau dilihat oleh anak-anak, karena di dalam karakter Shinchan ada beberapa yang kurang baik. Seperti cara berbicara yang dilakukan pada orang tua dengan nada tinggi dan memanggil orang tuannya dengan namanya. Kartun Shinchan juga sering menampilkan prilaku genit yang dilakukan Shincan dan papanya kepada wanita-wanita cantik. Jika hal tersebut di tonton anak-anak mereka akan meniru dan dicontoh di kehidupan nyata. Kartun Sinchan tidak baik ditonton anak-anak karena di sela-sela cerita ada adegan kekerasan yang dilakukan ibu Shinchan kepada Shinchan. Terkadang juga bertindak fulgar dengan mencopot celananya.

 Pada kartun Chibi Maroku nilai moral yang dapat di tiru dari cerita tersebut adalah dari kejujuran yang dilakukan. Pada serial kartun terseut diselibkan nilai-nilai yang dapat ditiru oleh anak-anak seperti saat kita berbohong pasti akan mendapatkan balasanya. Serta saat melakukan hal-hal yang kurang baik di gambarkan orang tua akan marah dan menasehari Chibi Maruko. Kartun tersebut juga menyelipkan pesan moral saat melihat orang jangan hanya menilai dari fisiknya saja serta jika ada teman yang kesusahan bisa saling menolong satu dengan yang lain. Nilai moral seperti jujur, dilarang berbohong, selalu berbuat baik pada siapa saja, selalu mendegarkan orang lain, dan menghargai sesama telah dilihatkan oleh serail kartun Chibi Maroku. Oleh sebab itu mulai saat ini orang tua lebih bisa lagi untuk memilih dan melihat kartun yang berkualitas supaya anak-anak tidak meniru hal-hal yang kurang baik. Serta kartu yang kurang layak ditonton tidak disebar luaskan dengan bebas dimana-mana. Perbandingan moral dalam serial kartun Shinchan dan Chibi Maroku dapat dilihat dengan jelas dan dapat dikatakan Chibi lebih lawak ditonton untuk anak-anak.