TKI asal Candipuro Sakit Stroke Berhasil Dipulangkan

Lumajang, Motim - Sustinar, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Penaggal, Kecamatan Candipuro dikabarkan menderita stroke di Malaysia. Wanita berusia 53 tahun itu kemudian ingin pulang, namun terkendala biaya dan administrasi. Namun akhirnya Ia berhasil dipulangkan berkat bantuan berbagai pihak.
Sustinar (tengah) tiba di rumahnya
Sustinar (tengah) tiba di rumahnya
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang melaporkan, janda 4 anak itu pergi ke Malaysia sejak 2007 silam. Ia bekerja sebagai TKI berberkal dokumen paspor dan visa kunjung. Ia sempat pulang pada 2016 lalu untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kemudian kembali lagi ke Negeri Jiran.

“Dia berangkat lagi ke Malaysia tahun 2017 awal dengan menggunakan KTP sementara dan paspor serta visa kunjung lewat Batam,” kata Wakil Ketua SBMI Lumajang, Madiono, Minggu (22/12/2019).

Namun tak lama setelah itu, kondisi kesehatannya terganggu. Ia mulai diserang penyakit. “Sampai di Malaysia dia mulai sakit-sakitan tapi tetap bekerja. Pada bulan November (2019) beliau mengalami stroke ringan,” lanjutnya.

SBMI Lumajang yang mendapat informasi dari Jaringan Komunikasi Organisasi Pekerja Migran Indonesia (KOMI) di Malaysia, ikut membantu proses pemulangan. SBMI Lumajang membantu pengurusan dokumen yang dibutuhkan Sustinar.

Akhirnya Sustinar bisa dipulangkan melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjung Pinang. Setalah selesai pemeriksaan medis di Batam, kemudian dilanjutkan ke Surabaya.

“Kemudian beliau disambut oleh LP3TKI (Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Surabaya dan kawan-kawan SBMI Lumajang untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman,” ujar Madiono.

Sustinar pun sampai di rumahnya di Desa Penanggal, Jumat (20/12/2019) malam. “Dari Surabaya diantar LP3TKI Surabaya yang didampingi P4TKI (Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Malang,” pungkas Madiono. (fit)