TKI asal Selok Anyar Tewas usai Jadi Korban Perampokan

Lumajang, Motim - Kabar kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Lumajang kembali muncul. Nipah, warga Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian tewas setelah menjadi korban perampokan di Malaysia.
Jenazah tiba di rumah duka
Jenazah tiba di rumah duka
Keluarga korban menceritakan pada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang, peristiwa itu terjadi pada Senin (9/12). Saat itu Nipah berjalan kaki menuju tempat kerjanya di Sepang-Malaysia.

Di tengah perjalanan, saat melintas di perkebunan Sawit tiba-tiba ada perampok dan memukulnya dengan benda tumpul. “Kepala Bu Nipah dipukul dengan benda tumpul yang mengakibatkan meninggal dunia,” kata Wakil Ketua SBMI Lumajang, Madiono, Sabtu (14/12).

Para perampok itu pun mengambil barang berharga yang dibawa korban. “Semua perhiasan dan tas berisi handphone dan surat berharga juga dibawa perampok,” lanjutnya.

SBMI Lumajang kemudian membantu proses pemulangan jenazah ke tanah air hingga rumah duka. Biaya pemulangan jenazah dari Malaysia ke Bandara Juanda Surabaya ditanggung oleh keluarga di Malaysia.

Sementara dari Bandara ke Lumajang, ditanggung Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT P3TKI) Surabaya. Sesuai permohonan Dinas Tenaga Kerja Lumajang.

Mobil ambulan yang membawa jenazah korban tiba di rumah duka, Kamis (12/12), sekitar pukul 1 siang. “Setelah proses serah terima langsung disholatkan dan dimakamkan di pemakaman keluarga,” ujar Madiono.

Ia menambahkan, Nipah adalah janda beranak satu dan pertama kali berangkat kerja ke Malaysia pada 2013. “Pada 2017 Ia pernah pulang untuk menikahkan anak satu-satunya. Setelah menikahkan anaknya, selang beberapa waktu kembali ke Malaysia,” pungkasnya. (fit)