UN Dihapus 2021, Sekolah Diminta Fokus Dulu ke Ujian 2020

Lumajang, Motim - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah berencana mengahpus Ujian Nasional (UN) mulai 2021. Hal ini pun telah memunculkan banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Termasuk di Lumajang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Drs.Agus Salim, M.Pd.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Drs.Agus Salim, M.Pd.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Drs. Agus Salim, M.Pd pun telah menghimbau pada orangtua dan pihak sekolah untuk tidak terlalu memikirkan soal penghapusan UN pada 2021.

Ia justru meminta orangtua atau guru untuk lebih fokus pada pelaksanaan UN 2020 atau yang terakhir. Karena jika masih sibuk membahas penghapusan UN, dikhawatirkan UN pada tahun depan, tidak maksimal.

“Saya berharap semua sekolah masih konsentrasi pada ujian nasional. Jangan mikir yang kedepan dulu, Saya khawatir sekarang gridu soal UN dirubah nggak mikiri yang sekarang, mikiri yang akan datang,” katanya.

Agus menjelaskan, pada 2021, UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

“Selama ini UN dipandang oleh menteri bahwa UN itu baru sebatas ngukur pengetahuan saja. hal yang penting tentang karakter belum masuk dalam tataran UN. Intinya adalah bagaimana siswa itu lulusannya bisa pinter lan bener. Jadi ini, bagaimana teknisnya tentunya nanti ada petunjuk dari pihak pusat,” jelasnya.

Menurut Agus Salim, pihaknya menyambut baik kebijakan menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim itu. “Kita selaku di daerah, dinas pendidikan menyambut baik hal ini dan disepakati oleh kadindik di seluruh indonesia,” pungkasnya. (fit)