Ada Labelisasi, 30 Penerima PKH di Desa Sukosari Mundur

Lumajang, Motim - Labelisasi rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Kunir juga mulai dilaksanakan. Sebelum dilakukan secara menyeluruh, ada labelisasi secara simbolis oleh Forkopimca di 2 rumah di Desa Sukosari, Selasa (14/1).
Labelisasi rumah penerima PKH di Desa Sukosari
Labelisasi rumah penerima PKH di Desa Sukosari
“Ini launching hanya 2 rumah. Besok akan dilanjutkan,” kata Koordinator PKH Kecamatan Kunir, Sanusi Ridwan Efendi.

Ia menyebut, khusus di Desa Sukosari ada 365 keluarga penerima PKH. Namun jumlah itu sudah berkurang setelah ada sejumlah penerima yang mengundurkan diri karena ada program labelisasi tersebut.

“Jadi yang mundur ada 30 orang,” katanya.

Seperti diketahui, semua rumah penerima PKH di Kabupaten Lumajang akan ditulisi ‘Keluarga Miskin’ menggunakan cat semprot. Bupati Lumajang, Thoriqul Haq secara simbolis memulai program ini pada Desember 2019.

Dengan adanya labelisasi ini bisa terlihat mana rumah-rumah penerima PKH. Apakah benar-benar layak menerima bantuan atau tidak. Sehingga masyarakat di sekitarnya tahu dan bisa menilainya.

Sebelumnya di Desa/Kecamatan Jatiroto, ada penerima PKH yang ternyata memiliki rumah bagus. Mereka pun yang sudah merasa mampu dihimbau untuk mengundurkan diri dari program ini.

Kepala Dinas Sosial, Dewi Susiyani pun prihatin ketika mengetahui ada keluarga mampu yang juga sebegai penerima bantuan PKH. Ia menegaskan, seharusnya mereka mengundurkan diri dengan sendirinya.

“Memprihatinkan. Seharusnya dengan kesadarannya, mereka bisa mengundurkan diri sebagai penerima bantuan,” pungkasnya. (fit)