Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Ratusan Personil Dikerahkan

Lumajang, Motim - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menyatakan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di wilayah Jatim. Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang diakibatkan cuaca seperti hujan deras, angin kencang, dan tanah longsor.
Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Alun-alun Lumajang
Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Alun-alun Lumajang
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memperkirakan cuaca ekstrem akan terjadi di beberapa wilayah Jatim. Merespon hal ini, personil gabungan di Lumajang disiagakan untuk mengantisipasi dan penanganan bencana.

Lebih dari 700 personil dari berbagai unsur mengikuti Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Alun-Alun Lumajang, Jumat (10/1/2019). Diantaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, TNI, pelajar, mahasiswa, hingga sejumlah organisasi dan komunitas.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq yang bertindak sebagai pembina apel menyampaikan, Lumajang memang daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Untuk itu antisipasi harus lebih ditingkatkan.

“Karena bencana tidak bisa kita prediksi kapan dan dimana akan terjadi,” ucapnya.

Ia berterimakasih kepada semua pihak yang bersedia terlibat untuk antisipasi dan penanganan bencana di Lumajang. Khususnya dari kepolisian dan TNI. “Saya ucapkan banyak terimakasih juga kepada TNI/ Polri yang setiap hari dan waktu selalu siap siaga di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Sementara Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar menambahkan, semua pihak memang harus bisa bertindak cepat dan tanggap bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Upaya mendeteksi secara dini bila akan terjadi bencana alam juga harus ditingkatkan.

“Bertindaklah secara cepat tanpa harus menunggu komando disaat menangani terjadinya bencana utamakan naluri kemanusiaan,” jelasnya. (fit)