Cabai Rawit Tembus Rp 70 Ribu Perkilogram

Lumajang, Motim - Harga cabai di Lumajang terus merangkak naik akhir-akhir ini. Bahkan, harga terbaru, kini cabai rawit menembus Rp 70 ribu.


Dari laporan harga yang dirilis Dinas Perdangan Lumajang di Siskaperbapo, dibandingkan seminggu yang lalu, memang kenaikan cabai rawit sangat signifikan. Seminggu yang lalu, harganya masih Rp 50 ribu perkilogram.

Sedangkan cabai keriting saat ini harganya Rp 40 ribu perkilogram. Tidak ada kenaikan, sama dengan harga seminggu yang lalu.

Cabai biasa juga tidak ada kenaikan. Sama dengan seminggu yang lalu. Tetap Rp 60 ribu perkilogram.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perdagangan Lumajang, Aziz Fahrurrozi menyampaikan, kenaikan harga cabai di Lumajang sudah terjadi sejak awal Januari 2020. “Jadi harganya cenderung naik-naik terus,” katanya.

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi penyebab naiknya harga cabai. Musim hujan membuat produksi cabai dari petani di Lumajang tidak maksimal. Sehingga ketersediaan cabai dari Lumajang sendiri bekurang dan tidak mampu mencukupi kebutuhan di pasar.

“Jadi untuk pasokan dari Lumajang tidak mencukupi. Apalagi hujan terus gini, lombok banyak yang rusak,” ucap Aziz.

Akhirnya, untuk menutupi kekurangan itu, harus disuplai dari luar daerah. Tentu harganya lebih mahal karena ada tambahan biaya pengiriman. “Jadi ada yang ngambil dari Malang, Bondowoso, dan Madura,” lanjutnya.

Meski harganya mahal, namun pasokan cabai di Lumajang tercukupi berkat suplai dari luar daerah itu. “Meskipun mahal, tapi barangnya ada, jadi tidak masalah. Tidak ada gejolak. Tapi kalau mahal dan barangnya langka itu yang bikin gejolak,” ungkap dia. (fit)