Cuaca Ekstrem, Insiden Pohon Tumbang Diminimalisir

Lumajang, Motim - Cuaca ekstrem diprediksi akan terus terjadi beberapa waktu ke depan. Termasuk di wilayah Lumajang. Untuk itu, upaya meminimalisir dampak dari adanya hujan deras dan angin kencang dilakukan. Salahsatunya meminimalisir insiden pohon tumbang.
Penanganan pohon tumbang di Lumajang
Penanganan pohon tumbang di Lumajang
“Namanya cuaca, ya kita memang tidak bisa memastikan. Tapi setidaknya menurut prakiraan cuaca, satu bulan ke depan akan terjadi curah hujan yang cukup tinggi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Yuli Harismawati, Selasa (7/1).

Sebagai tindakan antisipasi, pihaknya melakukan penanganan pada pohon-pohon yang rawan tumbang. “Seperti keropos, lapuk, kemudian ada juga karena ulah manusia seperti dibakar (akarnya), kita upayakan untuk dipotong,” lanjutnya.

Kemudian untuk pohon yang dahannya terlalu tinggi atau rimbun dilakukan pengeprasan. DLH juga selalu menanggapi laporan dari masyarakat terkait adanya pohon yang membahayakan atau rawan tumbang.

“Pohonnya cukup banyak di perkotaan, dari keluhan masyarakat memang ada ketakutan. Karena pohon kita sudah tua dan butuh peremajaan. Kita upayakan tim terus bergerak melakukan upaya untuk meminimalisir adanya bencana. Laporan masyarakat kita tanggapi terus,” katanya.

Yuli menegaskan, sebenarnya kewenangan DLH adalah pada pohon-pohon di jalan kabupaten. Namun karena masyarakat yang masih kurang begitu paham, setiap pohon yang membahayakan di jalan provinsi atau nasional juga dilaporkan pada DLH. Namun pihaknya tetap melakukan penanganan atas laporan masyarakat tersebut.

“Di jalan provinsi sebenarnya kewenangan Bina Marga. Kalau Balai Besar ada di jalan nasional,” jelasnya.

Lalu jika ada pohon tumbang, yang berwenang untuk melakukan penanganan adalah dari Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD). Namun pihaknya ikut turun ke lapangan, bersama-sama melakukan penanganan.

“Iya DLH pasti ikut. Begitu ada informasi, kita bersama-sama dengan tim dari BPBD turun,” ujarnya.

Yuli menambahkan, sejauh ini tim dari DLH yang mengurusi pohon hanya ada 11 orang. Menurutnya, idealnya ada 2 tim. Satu tim khusus untuk melakukan perawatan pohon, satu tim lagi untuk penanganan jika ada pohon tumbang.

“Sementara saat ini satu tim untuk penanganan juga untuk perawatan,” pungkasnya. (fit)