Diberhentikan Sementara, Yos Ajukan Pensiun Sebelum Dieksekusi Kejaksaan

Lumajang, Motim - Kejaksaan Negeri Lumajang telah menetapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lumajang, Yos Sudarso sebagai tersangka pada pertengahan Desember 2019. Ia pun langsung diberhentikan sementara sebagai birokrat.
Yos Sudarso saat dieksekusi Kejaksaan Negeri Lumajang
Yos Sudarso saat dieksekusi Kejaksaan Negeri Lumajang
“Memang sesuai aturan, apabila ditahan itu diberhentikan sementara,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, Akhmad Taufik Hidayat pada Memo Timur, Kamis (2/1).

Namun ternyata, mantan Kepala Dinas Pasar itu sudah mengajukan pensiun dini sebelum dieksekusi oleh Kejaksaan. “Pak Yos sudah mengajukan pensiun dini sebelum ditetapkan sebagai tersangka,” lanjut Taufik.

Menurutnya, saat ini pengajuan pensiun dini Yos masih dalam proses. Jika sudah selesai segala administrasinya, maka yang bersangkutan tentu otomatis akan dinyatakan pensiun meski berstatus tersangka.

“Jika turun (Surat Keputusan) Pensiun, maka pensiun,” ujarnya.

Taufik menegaskan, Yos Sudarso mengajukan pensiun dini di usia 55 tahun. Artinya, sebenarnya Ia masih memiliki waktu 5 tahun untuk mengabdi di Pemkab Lumajang. “Jadi kurang 5 tahun,” katanya.

Sementara terkait bantuan hukum untuk Yos, menurut Taufik, pihaknya sudah memberikan bantuan hukum namun sifatnya hanya sebatas fasilitasi saja. “Kita bantu mencarikan pengacara, kemudian fasilitasi kalau keluarga mau jenguk,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat dimintai keterangan terkait anak buahnya yang ditahan itu, Ia nampak enggan menanggapi pertanyaan wartawan. “Sudah diurusi kejaksaan,” ujar bupati singkat.

Seperti diketahui, Yos diduga terlibat dalam korupsi Proyek Rehabilitasi Pasar Hewan Lumajang tahun anggaran 2016. Saat itu dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pasar. Hasil penyidikan ditemukan kerugian negara mencapai Rp. 541 juta.

Kerugian itu diketahui, karena ada sejumlah item proyek yang tidak dikerjakan, ditambah ada pembangunan yang tidak sesuai. Anggaran rehabilitasi Pasar Hewan itu sendiri mencapai Rp. 3,1 miliar dari APBD Lumajang dan Dana Alokasi Umum (DAU). (fit/cho)