Dua Begal JLT Lumpuh Diterjang Pelor Petugas

Lumajang, Motim - Pencurian dengan kekerasan alias begal yang terjadi di Jalan Lingkar Timur (JLT) tepatnya depan Caffe Lamoza, Desa Sumberejo, Kecamatna Sukodono, pada Selasa (31/12), sekira pukul 11.45 WIB, berhasil diungkap oleh Tim Cobra Tangguh Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang.
kedua pelaku begal saat diamankan
Kedua pelaku begal saat diamankan
Dalam pengungkapan itu, Tim Cobra Tangguh berhasil mengamankan 3 remaja asal Kecamatan Randuagung, masing-masing berinisial H, R dan S. Dua diantaranya ditindak tegas dengan tembakan pada kakinya karena melawan petugas.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH.,M.Hum kepada Memo Timur menuturkan, ditangkapnya para pelaku itu bermula dari laporan Dani Daffa Maulana (15), asal Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, melapor ke Polsek Sukodono. Dalam laporannya menyampaikan jika dirinya menjadi korban begal di depan Caffe Lamoza.

Korban menyampaikan sepeda motor Honda Beat Nopol 4903 YAE dan HP merk Oppo Type A37 miliknya amblas dibawa kabur pelaku. “Korban mengaku dipukul oleh salah satu pelaku,” katanya.

Menurut keterangan korban, siang itu korban bersama dua temannya sedang bersepeda di Jalan Lingkar Timur bersama 2 orang temannya. Dua orang temannya berboncengan dan berjalan di depan sedang korban mengendarai sepeda motor seorang diri berjalan di belakangnya.

Saat melintas di sekitar lokasi sebelah Caffe Lamoza, korban dihadang 3 pelaku sambil berkata "mandek-mandek" berhenti-berhenti. “Korbanpun berhenti,” tuturnya.

Saat korban berhenti, ketiga pelaku mendatangi korban dan salah satu pelaku memukul korban sambil mengancam "pedeng marena mbik engkok" saya bacok kamu.

Merasa nyawanya terancam, korban memilih diam meski pelaku mengambil sepeda motornya juga HP nya lalu kabur. “Atas kejadian yang menimpanya itu korban terus melaporkan ke Polsek Sukodono,” kata Kasat Reskrim.

Berangkat dari laporan itulah Tim Cobra Tangguh terus melakukan penyisiran juga penyelidikan. Genap dua pekan lamanya, Tim Cobra Tangguh memperoleh petunjuk jika HP milik korban digunakan oleh oknum guru terus diamankan.

Keterangan oknum guru itu HP yang digunakan itu dibeli dari counter HP milik warga Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung. Pemilik counter pun langsung diamankan.

“Kata pemilik counter HP itu dibeli dari pelaku itu,” jelasnya.

Usai mendengar keterangan pemilik counter HP itu, Tim Cobra Tangguh terus mencari keberadaan para pelaku. Berkat kecepatan dan kekompakan petugas di lapangan, pelaku berinisial H berhasil ditangkap di jalan raya Desa Randuagung pada Jum'at (17/1), sekira pukul 16.00 WIB.

Saat itu, H berusaha melarikan diri bersama temannya berinisial S. Setelah dilakukan pengejaran oleh petugas H dan S berhasil ditangkap.

Saat dilakukan penggeledahan pada tubuh S ditemukan 2 poket sabu-sabu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, H dan S terus diboyong ke Polres Lumajang.

Beberapa jam kemudian tepatnya sekira pukul 23.00 WIB, Tim Cobra Tangguh berhasil menangkap pelaku R di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dalam kasus Begal ini masih ada 1 pelaku lagi berinisial RF dan saat ini masih dalam pencarian petugas dan sudah ditetapkan sebagai DPO.

Menurut Hasran pelaku berinisial H berperan sebagai orang yang melakukan pencurian juga melakukan pemukulan terhadap korban dan R sebagai orang yang melakukan pencurian.

Saat ditanya peran S dalam kasus itu, Hasran menuturkan masih didalami sejauh mana keterlibatannya.

“Kami pastikan DPO segera tertangkap. Apalagi keberadaannya sudah terpantau petugas,” ungkap Hasran. (cho)