Jaga Kelestarian, 500 Bibit Pohon Ditanam di Ranu Lading

Lumajang, Motim - Perhutani Lumajang berupaya menjaga kelestarian di Ranu Lading, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah. Aksi penanaman bibit pohon pun dilaksanakan, Rabu (22/1). Penanaman ini dilaksanakan bersama forkopimca, komunitas, dan pelajar.
Penanaman pohon di Ranu Lading
Penanaman pohon di Ranu Lading
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Klakah, Soebagio Aries menyampaikan ada 500 bibit pohon yang ditanam di sekitar Ranu Lading. Diantaranya bibit pohon nangka, pete, alpukat, salam, dan juga durian.

“Selanjutnya akan kita tambah lagi menjadi seribu, karena luasan Ranu Lading ini hingga 9 hektare,” katanya.

Agar bibit pohon yang ditanam itu benar-benar bisa tumbuh, Danramil Klakah menugaskan babinkamtibmas dan babinsa setempat bersama pihak Perhutani untuk mengawal dan menjaga pertumbuhan pohon tersebut.

“Jangan sampai tanaman ini hilang atau dirusak,” ungkapnya.

Aries menegaskan, kenapa dipilih lokasi Ranu Lading, karena kondisi danau tersebut mulai mengkhawatirkan. Debit airnya mengalami penurunan hingga 10 meter. Sehingga butuh upaya pelestarian agar mata airnya kembali normal.

Ketika pohon tersebut sudah tumbuh besar. Buah yang dihasilkan dari pohon itu juga bisa dinikmati oleh masyarakat setempat. “Mereka bisa menikmati hasilnya, tapi tak boleh memotong pohon tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, pengembangan wisata di Ranu Lading akan terus dilakukan. Sehingga nanti masyarakat setempat menerima manfaatnya. “Bisa jadi wisata buah-buahan, edukasi. Selain melestarikan hutan, juga memberdayakan masyarakat mendapatkan nilai ekonomi,” katanya.

Wakil Administrasi/KSKPH Perhutani Lumajang, Yus Yaser Arafat menambahkan, kondisi Ranu Lading yang sudah mengkhatirkan jika dibiarkan terus-menerus, lama-lama juga akan habis. “Mangkanya kita perlu lakukan tindakan, sepeti penanaman pohon ini. Ini tugas kita semua,” ujarnya. (fit)