Labelisasi Rumah Penerima PKH Mulai Dilaksanakan Serentak

Lumajang, Motim - Labelisasi rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Lumajang mulai dilaksanakan secara serentak di semua kecamatan. Sebelumnya Bupati Lumajang, Thoriqul Haq secara simbolis telah mengawali program ini pada awal Desember 2019 lalu.
Labelisasi rumah warga miskin penerima bantuan PKH
Labelisasi rumah warga miskin penerima bantuan PKH
Pada saat itu bupati menandai sejumlah rumah di Kelurahan Jogotrunan dengan tulisan 'Keluarga Miskin' menggunakan cat semprot. Namun saat itu program ini tidak langsung dilaksanakan secara serentak. Karena terbentur jadwal Pilkades Serentak.

Kepala Dinas Sosial, Dewi Susiyanti menyampaikan, tim dari Pendamping PKH di 21 kecamatan sudah terus bergerak melakukan labelisasi. Ia berharap, secepatnya semua rumah penerima PKH terlabeli.

“Kalau target waktunya tak ada, namun kita ingin secepatnya selesai dilakukan,” katanya pada Memo Timur, Kamis (9/1).

Lanjutnya, dalam pelaksanaan labelisasi ini tiap kecamatan juga melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Sehingga dari unsur polisi dan TNI ikut membantu melakukan labelisasi.

“Jadi camat juga mengajak Forkopimca untuk terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya labelisasi ini, sudah ada beberapa keluarga yang merasa mampu akan mengundurkan diri sebagai penerima PKH. Namun belum ada data kongkrit berapa jumlah keluarga yang mundur setelah adanya program labelisasi.

“Untuk laporannya belum ada, karena ini baru jalan. Mungkin di akhir bulan ini (Januari) bisa terlihat berapa jumlahnya,” katanya.

Dewi berharap, dengan adanya labelisasi ini, akan lebih banyak lagi keluarga sejahtera mengundurkan diri. “Kita berharap keluarga yang mampu untuk sadar diri dan siap mundur sebagai penerima PKH,” pungkasnya. (fit)