Loket Tiket ke TNBTS Diusulkan Pindah Dekat Lokasi Wisata

Pihak TNBTS menemui Bupati Lumajang. (*)
Lumajang, Motim - Adanya loket tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Burno Kecamatan Senduro menuai kritik. Karena ada warga yang akan melintas atau tujuannya bukan berlibur, juga dikenakan tiket masuk.

Namun perwakilan dari TNBTS, Puji menjelaskan, bahwa pemberlakuan tiket hanya bagi masyarakat yang berwisata di Ranu Regulo dan Bromo. Bagi masyarakat yang hanya melintas, bekerja, atau berkunjung ke saudara di Ranu Pani tidak akan ditarik.

“Kita mohon kejujuran dari masyarakat, yang kami tarik tiketnya adalah yang melakukan wisata di Ranu Regulo yang ada di Desa Ranu Pani. Kita sudah siapkan pass untuk melintas, akan diberikan di Pos Ireng–Ireng dan tinggal berikan ke pos di Coban Trisula, ini tanda bahwa hanya melintas,” jelasnya, Jumat (3/1) di Kantor Bupati Lumajang.

Tetapi Bupati Thoriqul Haq mengusulkan, akar loket itu bisa dipindah di dekat lokasi wisata seperti di Ranu Regulo atau jalur ke Bromo. Pihaknya juga siap bekerjasama memberikan dukungan infrastruktur apabila dibutuhkan.

“Misalkan pintunya di Ranu Pani, begitu berkebutuhan gedung kita bisa membatu merencanakan pembangunan gedungnya,” ujarnya.

Ia memahami, pemberlakuan tiket tersebut merupakan aturan dari pusat. Namun dirinya meminta agar TNBTS mampu mencarikan jalan terbaik agar pemberlakuan tiket tersebut tidak terlalu memberatkan yang menjadi polemik di masyarakat.

“Intinya harus sama – sama jujur, nanti masyarakat yang ingin melintas, berkunjung ke keluarga, prinsipnya sampaikan tegas dan sampaikan dengan meyakinkan, kalau tetap ditarik ambil video sebagai bukti konkret, TNBTS terbuka menerima masukan,” jelasnya. (fit)