Melawan, Kuli Kayu Dibacok Begal

Lumajang, Motim - Enggan menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya, kuli kayu bernama Saturat (55), warga Dusun Makam, Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Klakah, dibacok pelaku begal dan ambruk bersimbah darah di tepi jalan.
Korban saat dibesuk Kasat Reskrim Hasran
Korban saat dibesuk Kasat Reskrim Hasran
Usai membacok korban, pelaku begal berjumlah dua orang dengan ciri tubuh tinggi besar, menggunakan helm teropong dan mengendarai Honda Vario tanpa plat Nopol terpasang terus kabur ke arah barat menuju jalan Lumajang-Surabaya.

Beruntung, korban ditolong warga lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang. Korban luka bacok pada bagian dada, pergelangan tangan dan kiri juga luka bacok pada bagian paha.

“Kondisi korban sudah membaik. Kata korban tadi, dia ditendang oleh pelaku lalu dibacok,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum.

Menurut keterangan korban pada Senin (20/1), sekira pukul 04.00 WIB dirinya mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol N 4829 UT berboncengan dengan istrinya hendak ke Desa Randuagung.

Saat melintas di depan kantor UPT Pertanian Kecamatan Klakah, tiba-tiba Korban dihentikan oleh 2 orang tidak dikenal (OTD) mengendarai sepeda motor Honda Vario sambil menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Korban pun berhenti. Pelaku mendatangi korban dan berusaha merampas sepeda motor yang dikendarai korban. Namun korban melawan dan mempertahankan sepeda motornya.

Mungkin pelaku kesal dan marah akhirnya membacok korban. Usai membacok pelaku kabur ke arah barat, “Kasus ini tanggungjawab kami secepat mungkin untuk diungkap dan pelakunya harus tertangkap juga,” ungkap Hasran usai menjenguk korban di RSUD dr. Haryoto.

Hasran juga menyampaikan jika beberapa jam sebelumnya juga terjadi aksi begal di sekitar jalan taman Toga Kota Lumajang.

“Kasus begal ini sudah kami tangani semua, sekarang dalam proses penyelidikan. Mudah-mudahan segera tertangkap. Pasti ditindak tegas terukur Mas,” pungkas.

Terpisah, Didik, warga Desa Kudus, Kecamatan Klakah berharap agar kepolisian lebih gencar lagi melakukan patroli keliling desa sekaligus mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali pos kamling.

“Terus ajak masyarakat untuk menghidupkan pos kamling. Sekali tidak mau, mungkin dua atau tiga kalinya masyarakat akan mau dan sadar bahwa menghidupkan pos kamling itu penting,” tambahnya.

Tak hanya itu, semisal kepolisian berhasil menangkap pelaku begal harus ditindak tegas dengan ditembak kakinya. Termasuk orang yang membeli sepeda motor hasil para pelaku begal.

Dan jika pelaku begal dan orang yang membeli sepeda motor hasil dari kejahatan pelaku begal sama-sama ditembak kakinya, mungkin bisa takut semua orang yang membeli sepeda motor hasil dari kejahatan pelaku begal.

“Mungkin dengan tindakan tegas seperti ini, orang akan mikir dua kali untuk membeli sepeda motor hasil begal,” pinta Didik.(cho)