Nagih Motor Dibantai Ponakan

Lumajang, Motim - Dibacok anak kakaknya, Jumadi (37), warga Dusun Gentengan, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, tewas bersimbah darah dengan kondisi mengenaskan pada Rabu (22/1), sekira 09.00 WIB.

Kondisi jenazah korban
Kondisi jenazah korban sebelum dievakuasi
Kapolsek Pasirian, Iptu Agus Sugiharto, SH,MH kepada media menuturkan sepuluh tahun yang lalu kakak korban bernama Ahmad Zaidi (58), itu meminjam sepeda motor milik korban untuk dijual dan uangnya digunakan untuk hajatan.

“Kakak korban pinjam motor milik korban 10 tahun yang lalu,” kata Kapolsek Pasirian.

Tadi pagi korban datang ke rumah kakaknya minta dibelikan sepeda motor. Namun, kakaknya belum bisa membelikan karena tidak punya uang.

Bermula dari situlah korban marah hingga terlibat cekcok mulut. Tapi, oleh kerabatnya berhasil dilerainya dan dianggap tidak ada masalah.

“Kerabatnya menghubungi anak Ahmad Zaidi berharap masalah ayahnya dengan korban bisa diselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Beberapa saat kemudian korban keluar sambil membawa celurit berusaha membacok kakaknya dan Jainul, anak dari kakak korban datang.

Melihat ayahnya mau dibacok oleh korban, Jainul terus masuk ke dalam rumahnya mengambil senjata tajam, kemudian membacok korban mengenai bagian lehernya.

Karena luka yang dialami korban cukup parah, beberapa saat kemudian korban meninggal dunia. “Lokasi kejadiannya di teras rumah kakak korban,” ungkapnya.

Merasa bersalah juga ketakutan, Jainul langsung menyerahkan diri ke Polsek Pasirian. “Senjata tajam yang digunakan membacok korban, sudah diamankan juga,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah jenazah korban dioutopsi atau langsung diserahkan pada keluarga, Kapolsek Pasirian menyampaikan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pasirian untuk proses Outopsi.

Menurut keterangan dokter yang menangani korban meninggal dunia akibat terputusnya urat leher yang menyebabkan kehabisan darah.

Masih kata Agus Sugiharto, dari hasil gelar perkara bersama pembina fungsi Polres Lumajang perbuatan pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

“Sesuai pasal itu pelaku bisa dipidana penjara 12 tahun,” pungkasnya.(cho)