Pasca Kecelakaan Rombongan Bidan, Pelayanan Kesehatan Normal

Lumajang, Motin - Bus pariwisata yang membawa rombongan bidan dari Lumajang terlibat kecelakaan dengan truk trailer di Jalan Raya Ranuyoso, Sabtu (11/1). Ada 42 bidan yang kemudian harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kecelakaan bus rombongan bidan dan truk trailer
Kecelakaan bus rombongan bidan dan truk trailer
Pasca kecelakaan itu, Dinas Kesehatan telah memastikan, pelayanan kesehatan tidak terganggu. Karena jumlah bidan di Lumajang yang bertugas di Puskesmas juga cukup banyak. Ditambah bidan desa yang ada di tiap-tiap desa.

“Saya pastikan tidak terganggu, karena semua sudah ada pengaturan jadwal dan petugas (bidan) di Puskesmas cukup banyak,” kata Kepala Dinas Ksesehatan Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius pada media, Senin (13/1).

Ia menyebut, tiap Puskesmas bisa ada 8 bidan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Belum lagi tambahan bidan honorer dan juga bidan magang. “Kemudian bidan desa, semua desa ada bidannya satu,” ujarnya saat ditemui di ruangannya.

Bayu menjelaskan, ada 90 lebih bidan yang berangkat ke STIKES Hafshwaty Genggong-Probolinggo. Mereka ada yang berangkat dengan rombongan bus, kendaraan pribadi, dan juga mini bus.

“Jadi yang ke Probolinggo ada yang alih jenjang dari D3 ke D4 mungkin sekitar 50 orang. Kemudian yang mengikuti program pendidikan profesi bidan ada 44 orang. Jadi total ada 90’an,” kata Bayu.

Lanjutnya, bidan yang menjadi korban kecelakaan ada 42 orang. “Yang masuk rumah sakit awalnya 42 orang, kemudian pada Sabtu Malam itu sebagian sudah pulang. Tinggal 24 orang,” ujarnya.

Lalu pada Minggu pagi, tinggal 16 bidan yang masih dirawat di rumah sakit. Sementara bidan yang mengalami luka parah ada 5 orang dan harus menjalani operasi. “Kriteria parah itu yang mengalami patah tulang,” kata Bayu.

Operasi sudah dilakukan pada Senin pagi. Bayu menambahkan, untuk biaya perawatan semuanya ditanggung oleh Jasa Raharja. (fit)