Pemberlakuan Tiket Masuk ke Kawasan Ranu Pani Kembali Tuai Kritik

Lumajang, Motim - Pemberlakukan tiket masuk ke kawasan Ranu Pani oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menuai kritik. Hal itu menjadi sorotan di media sosial, karena orang yang hanya akan melintas saja di sana, harus bayar tiket.
Loket pembelian tiket masuk ke TNBTS
Loket pembelian tiket masuk ke TNBTS
Seperti yang diungkapkan Andri Faradyawati. Ia menceritakan, akan mengunjungi saudaranya di Ranu Pani. Namun Ia terkejut saat tiba di Pos TNBTS dekat Ireng-Ireng, karena Ia harus bayar tiket masuk.

“Saya sangat terkejut dan kecewa sekali karena Saya diharuskan untuk membeli tiket oleh pihak penjaga tiket di sana. Tepatnya di loket sebelum Kali Ireng-Ireng, saya sudah menjelaskan bahwa saya dari Lumajang ingin berkunjung ke saudara saya di Ranupane,” tulisnya.

Meski sudah menjelaskan, Ia mengaku tetap harus beli tiket masuk. Ia kecewa, karena harga tiket masuk juga tidak murah. Yakni Rp 34 ribu per orang ditambah biaya parkir sebesar Rp 10 ribu. “Di mobil itu ada 4 orang,” katanya.

Ia pun berharap kepada Bupati Lumajang, Thoriqul Haq untuk bisa membantu menyelesaikan persolan ini. “Mengapa untuk nyambangi saudara harus bayar. Terus terang bagi saya ini sangat memberatkan. Padahal saya kesana bukan untuk berlibur,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati Lumajang telah mendatangi pihak TNBTS untuk meminta keterangan lebih lanjut terkait ini. Hasilnya, ternyata penarikan tiket tersebut khusus wisatawan yang akan menuju ke obyek wisata Gunung Bromo dan Ranu Regulo.

“Saya sudah berbincang dengan teman-teman TNBTS, penarikan tiket yang ada di Pos Ireng-ireng adalah tiket yang berlaku bagi pengunjung yang mau ke Gunung Bromo dan Ranu Regulo,” ujarnya.

Jadi bagi masyarakat yang hanya melintas atau tidak akan ke Gunung Bromo dan Ranu Regulo, maka tidak akan dikenakan tiket. “Jadi, nanti masyarakat bisa langsung menyampaikan ke pihak petugas, terkait keperluan melalui jalur TNBTS,” tuturnya.

Lanjutnya, pos di pintu masuk kawasan TNBTS ini berfungsi untuk memantau kawasan TNBTS dan sekitarnya agar tetap terjaga kelestarian alamnya. Sekaligus berfungsi untuk memantau kejadian darurat yang terjadi di sekitar hutan, sehingga dapat segera tertangani. (fit)