Penerima PKH, Rumah Mewah Dilabeli ‘Keluarga Miskin’

Lumajang, Motim - Labelisasi rumah ‘Keluarga Miskin’ penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Lumajang terus berjalan. Hasilnya, ditemukan keluarga memiliki rumah mewah yang menerima bantuan PKH.
Rumah mewah penerima PKH dilabeli ‘Keluarga Miskin’
Rumah mewah penerima PKH dilabeli ‘Keluarga Miskin’
Rumah mewah itu ditemukan saat labelisasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Rabu (22/1). Akhirnya oleh petugas tembok rumah tersebut juga harus ditulisi ‘Keluarga Miskin’ menggunakan cat semprot.

Foto labelisasi di rumah mewah itu diunggah di media sosial oleh seseorang. Kemudian banyak mendapat sorotan dari warganet di Lumajang. Banyak yang menyayangkan, kenapa orang yang sudah terbilang kaya masih menerima bantuan PKH.

Koordinator PKH Lumajang, Akbar Alamin membenarkan adanya labelisasi di rumah mewah itu. Ia menjelaskan, ketika petugas datang ke sana, yang bersangkutan bersedia rumahnya dilabelisasi.

“Walaupun rumahnya sudah bagus, penghasilannya sudah membaik, tapi masih tetap mau dilabelisasi,” ujarnya.

Namun setelah ramai disoroti di media sosial, akhirnya dia mau mengundurkan diri. “Jadi sekitar satu jam setelah viral itu dia mundur. Sudah buat surat pernyataan untuk mundur,” kata Akbar, Kamis (23/1).

Lanjutnya, beberapa tahun lalu, orang tesebut memang dinilai berhak menerima bantuan PKH. Namun ketika sudah dinilai mampu, Pendamping PKH sudah memprosesnya agar yang bersangkutan mundur.

“Kalau di PKH itu, memang sudah ada verifikasi. Dan dulu dalam verifikasi itu mereka masih termasuk warga yang miskin. Dalam proses PKH itu menyiapkan untuk graduasi ini, sudah waktunya mundur beberapa orang. Orang ini yang termasuk bisa mundur,” ucapnya.

Akbar menegaskan, labelisasi dilaksanakan agar masyarakat bisa menilai mana yang berhak menerima dan tidak. “Dengan labelisasi ini juga mempercepat orang ini untuk mundur. Jadi labelisasi ini membantu proses graduasi PKH,” pungkasnya. (fit)