Penerima PKH yang Merasa Mampu Dihimbau Mundur

Lumajang, Motim - Saat ini program labelisasi rumah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dilaksanakan secara serentak di 21 kecamatan. Melalui labelisasi ini, diharapkan keluarga yang sudah mampu, mengundurkan diri sebagai penerima PKH.
Labelisasi rumah penerima bantuan PKH
Labelisasi rumah penerima bantuan PKH
“Karena selama ini ada banyak yang bilang sasarannya tidak tepat. Ini sekalian menyadarkan masyarakat, kalau dia sudah mampu maka bantuan itu dialihkan ke warga lain yang memang harusnya menerima,” kata Kepala Dinas Sosial, Dewi Susiyani, Kamis (9/1).

Meurutnya, sesuai dengan yang dikatakan oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, labelisasi ini bukan hanya semata-mata untuk menandai rumah warga miskin. Namun juga agar warga di sekitarnya tahu, mana keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Seperti kata bupati, labelisasi ini, bukan untuk men-judge (menghakimi) orang itu miskin, tapi agar masyarakat sekitar tahu, yang butuh bantuan yang ini loh. Karena kita inginnya tepat sasarannya,” ujarnya.

Maka Dewi pun, ingin keluarga yang sudah merasa mampu bisa segera mengundurkan diri. “Jadi mereka yang mampu dan dapat bantuan, bisa segera menyatakan mundur. Karena sudah tidak layak lagi menerima bantuan,” ungkap dia.

Memang dengan adanya labelisasi ini, masih belum ada laporan resmi dari pendamping PKH terkait jumlah keluarga mampu yang mundur dari program itu. Namun pihaknya akan melakukan evaluasi di akhir bulan ini.

“Belum ada laporan yang masuk warga yang mundur. Nanti akhir Januari kan kita evaluasi. Karena informasi dari teman-teman pendamping PKH, ada beberapa yang akan mundur,” pungkas Dewi. (fit)