Sempat Diduga Plagiat, Logo Lumajang Eksotik Sudah Klir

Pembahasan logo Lumajang Eksotik. (*)
Lumajang, Motim - Pengumuman pemenang sayembara logo city branding Lumajang Eksotik sempat menimbulkan polemik. Sang pemenang, Amar Ma'ruf Setya Bhakti diguga melakukan plagiat atas karya milik orang lain.

Logo karya pria asal Banyuwangi itu sekilas ada kemiripan dengan karya Bayu Candra. Yakni sebuah logo yang dilombakan oleh Bayu dalam rebranding Pulau Bidadari. Hal itu yang membuat Bayu sedikit keberatan dan meminta kejelasan dari panitia lomba dan pihak terkait.

Namun akhirnya semua klir, ketika Amar Ma'ruf, Bayu Candra, panitia lomba, dan juga Bupati Lumajang Thoriqul Haq melakukan pertemuan, Sabtu (4/1). Dalam kesempatan tersebut akhirnya Amar Ma'ruf memberikan klarifikasi secara langsung.

Amar Ma'ruf tidak menampik bahwa desain yang ia buat mirip dengan desain milik Bayu Candra. Ia menjelaskan bahwa memang logonya didesain terinspirasi dari logo Bayu Candra dengan berbagai tambahan ide dan kreatifitas yang Ia buat.

“Terima kasih banyak kepada mas Bayu, karyanya telah menginspirasi karya saya,” ujarnya.

Dalam hal ini Bayu Candra pun akhirnya berbesar hati desain miliknya dijadikan inspirasi. Ia berharap masyarakat mampu memahami bahwa desain yang telah dibuatnya tersebut memang ada kemiripan dengan tidak mengecilkan karya yang telah dibuat oleh Amar Ma'ruf.

“Jangan mengecilkan prestasi dari mas Amar, karena saya tahu prestasinya juga bagus. Sesuatu akan menjadi buruk jika dipersepsikan buruk. Sesuatu akan baik, jika dipersepsikan baik. Yang saya harapkan publik lebih menerima dan mengapresi karya - karya desain grafis,” harapnya.

Bupati pun berterimakasih kepada Bayu Candra yang sudah menerima penjelasan dari Amar Ma'ruf. “Terima kasih kepada Mas Bayu Candra, yang telah ikut memiliki harapan bagi Lumajang dengan membuka ruang dialog, sehingga menjadi diskusi yang saling memberi pemahaman terhadap arti karya kreatif,” ucapnya.

Logo Lumajang Eksotik pun akan segera dilaunching oleh Pemkab Lumajang. “Tanggal 7 Januari 2020 tetap kami launching sebagai logo city branding sekaligus semangat yang sudah dievaluasi,” ungkapnya.

Dalam menyelesaikan polemik ini, bupati juga mengundang para ahli dari Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Malang dan ODIGIRO Brand Consultant. Para ahli berpandangan bahwa adanya kemiripan dalam suatu desain lumrah terjadi dan banyak ditemui di beberapa logo brand terkenal sekalipun. (fit)