Wartawan Sempat Dilarang Masuk Pendopo Saat Pelantikan Kades

Lumajang, Motim - Sebuah insiden melibatkan wartawan terjadi saat Pelantikan Kepala Desa di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu (8/1). Wartawan yang akan meliput sempat dilarang masuk oleh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di pintu masuk.
Salahsatu wartawan dilarang masuk oleh petugas
Salahsatu wartawan dilarang masuk oleh petugas
Pria berseragam putih-hitam itu menghalau sejumlah wartawan dengan alasan setiap tamu yang masuk harus menunjukan undangan. Sedangkan wartawan tak dapat undangan dalam acara pelantikan ini.

Meskipun sudah menunjukkan identitas sebagai wartawan, namun tetap juga dilarang masuk. Adu argumentasi pun sempat terjadi antara wartawan dengan petugas pemeriksa undangan itu.

Salahsatu wartawan, Rahman dari Kompas TV bahkan sudah mengenakan seragam medianya dan membawa alat liputan. “Tetap tidak boleh masuk kalau gak bawa undangan,” katanya.

Wartawan lainnya, Iqbal dari Radar Semeru menceritakan, dirinya sudah menjelaskan jika akan melaksanakan tugas untuk meliput kegiatan Pelantikan Kades. “Namun tidak boleh masuk, karena harus menunjukkan undangan,” katanya.

Namun akhirnya insiden ini bisa terselesaikan. Pihak protokol meminta kepada petugas tersebut untuk mengizinkan wartawan masuk. “Akhirnya wartawan boleh masuk, meskipun gak bawa undangan,” ujar Iqbal.

Setelah insiden ini, ASN yang diketahui dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Lumajang itu tidak lagi berada di pintu masuk. Plt Kepala DPMD, Samsul Arifin kepada media mengklarifikasi, jika anak buahnya itu hanya menjalankan tugas sesuai prosedur tetap (protap).

“Teman-teman itu hanya menjalankan protap atau ketentuan dimana untuk warga yang tidak membawa undangan memang tidak boleh masuk,” katanya.

Sementara Ahmadi dari Memo X menanggapi, wartawan berhak masuk untuk melakukan liputan meski tak diundang oleh panitia pelantikan. “Karena ini sudah menjadi tugas kami sebagai wartawan. Jika dilarang, sama saja menghalangi tugas wartawan,” ucapnya.

Ketua Forum Komunikasi Wartawa Lumajang (FKWL) Arif Ulin Nuha pun menyayangkan insiden ini. “Karena niat teman-teman untuk meliput, kok malah dibikin ruwet sama panitia,” katanya.

Ia berharap insiden serupa tak terjadi lagi dalam kegiatan pemerintahan. “Karena insiden ini seharusnya tak boleh terjadi. Dan jangan sampai terjadi lagi di lain waktu,” pungkasnya. (fit)