Ada 549 Penerima PKH Mundur Sepanjang Januari 2020

Lumajang, Motim - Sepanjang Januari 2020, tercatat ada 549 penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lumajang yang mengundurkan diri atau graduasi. Hal ini tidak lepas dari adanya program labelisasi ‘Keluarga Miskin’ di rumah penerima PKH.
Labelisasi rumah penerima PKH
Labelisasi rumah penerima PKH
Jumlah ini tentunya cukup banyak. Sementara pada 2019, total ada 1.004 penerima yang mundur. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Dewi Susiyanti pun berharap, pada tahun ini jumlah yang mundur lebih banyak lagi.

“Jadi total penerima PKH di Lumajang ada 138.000-an, sementara yang graduasi sampai akhir bulan Desember 2019 ada 1.004, ditambah Januari 2020 ada 549. Itu yang sudah fix, mudah-mudahan ini nanti ada peningkatan,” katanya.

Ia menjelaskan dari capaian angka yang telah masuk dalam graduasi tersebut merupakan hasil upaya Pemkab Lumajang dalam mengoptimalkan bantuan PKH melalui program labelisasi yang sudah diawali pada 11 Desember 2019 lalu.

Program labelisasi itu telah dilaksanakan di 21 kecamatan di seluruh wilayah Lumajang. Namun ada beberapa desa belum. “Jadi tujuan labelisasi ini, untuk mengidentifikasi, dan masyarakat sekitar mengetahui mana yang berhak dan mana yang tidak berhak menerima bantuan,” ungkapnya.

“Kalo memang sudah merasa mampu, dan dia sudah tidak masuk dalam kriteria penerima bantuan ya diharapkan mundur secara mandiri, artinya, tidak harus dipaksa. Karena masih banyak yang melaporkan pada kami yang rumahnya bagus dan penghasilannya bagus itu masih mau menerima bantuan,” pungkasnya. (fit)