Ambulans Desa ke Luar Kota, Dinkes: Tak Ada Sanksi

Lumajang, Motim - Ambulans Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung diamankan polisi di Sampang Madura. Diduga ambulans tersebut digunakan untuk membawa sabu. Namun ketika diamankan, sopirnya kabur. Serta tidak ditemukan barang bukti sabu di dalam ambulans tersebut.
Ambulans Desa Ledoktempuro Kecamatan Randuagung
Ambulans Desa Ledoktempuro Kecamatan Randuagung
Secara petunjuk teknis (juknis) yang dibuat Dinas Kesehatan Lumajang, sebenarnya ambulans desa dilarang dibawa ke luar kota. Tetapi tidak diatur apa sanksi bagi desa yang tidak mematuhi juknis tersebut. Termasuk bagi desa yang menggunakan ambulans tersebut ke luar kota.

“Sementara di Juknis belum diatur sanksi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius pada Memo Timur, Senin (3/2/2020).

Lanjutnya, penggunaan ambulans desa sudah menjadi tanggungjawab masing-masing pemerintah desa. Namun mereka tetap harus membuat laporan yang disampaikan pada Bupati Lumajang melalui Dinas Kesehatan.

“Penggunaan dilaporkan ke bupati melalui Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, ambulans desa dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Yakni untuk membawa masyarakat yang sakit ke puskesmas terdekat atau rumah sakit di wilayah Lumajang saja.

“Untuk merujuk pasien ke puskesmas atau ke rumah sakit di wilayah Kabupaten Lumajang,” tegasnya.

Jadi untuk sementara terkait ambulans Desa Ledok Tempuro, pihaknya masih belum melakukan tindakan apapun. Karena juga masih dalam penanganan pihak kepolisian. “Belum ada, masih diproses di kepolisian,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pekan lalu, akun facebook bernama Air Alorsot Uoy mengunggah video dan foto mobil ambulans milik Desa Ledoktempuro yang diamankan polisi di Sampang Madura. Ia juga menulis, ambulans itu diduga membawa sabu dan telah menabrak polisi. Kemudian sang sopir kabur meninggalkan ambulans tersebut.

Sementara dari informasi yang dihimpun Memo Timur, pihak Polres Sampang menyampaikan, ambulans tersebut diamankan di daerah Ketapang Sampang. Sebelum diamankan, polisi sempat melakukan pengejaran pada ambulans itu.

Salahsatu petugas juga menjadi korban setelah ditabrak. Akhirnya mobil ambulans itu berhasil ditemukan di salahsatu rumah dan sopirnya kabur. Namun saat diamankan tidak ditemukan sabu di dalamnya.

“Ini diamankan petugas pada Rabu (29/1/2020), dini hari. Sempat kejar-kejaran sama petugas. Bahkan nyawa petugas hampir hilang,” kata Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo. (fit/cho)