Baznas akan Bentuk Unit Pengumpul Zakat di Semua Desa

Lumajang, Motim - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang terus berupaya mengoptimalkan penghimpunan zakat. Kali ini, Baznas melakukan sosialisasi secara bergantian ke 21 kecamatan yang ada di Lumajang.
Sosialisasi Baznas di Kantor Kecamatan
Sosialisasi Baznas di Kantor Kecamatan
Dalam sosialiasi tersebut, semua kepala desa di wilayah itu ikut dihadirkan. Karena Baznas menginginkan di semua desa terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Fungsinya untuk menghimpun zakat di desa masing-masing.

Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi menyampaikan, pihaknya telah mengawali sosialisasi ke Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, dan Candipuro. Kemudian ke kecamatan-kecamatan lainnya.

“UPZ Desa belum ada sama sekali. Kita ini bergerak dengan kecamatan, untuk membentuk itu,” katanya.

Nantinya Pemerintah Desa yang serius merespon rencana ini, bisa segera mengirim nama-nama orang yang akan menjalankan UPZ itu melalui Kantor Kecamatan masing-masing. Selanjutnya Kantor Kecamatan yang akan mengirimkan ke Baznas.

“Nanti akan kita beri SK (Surat Keputusan),” jelasnya. Atok menargetkan, tahun ini, semua desa sudah terbentuk UPZ. “Mungkin di tahap awal, desa yang semangat, yang inisiatif, yang kita berikan SK,” tambahnya.

Ia berharap, UPZ itu bukan hanya menghimpun zakat dari kepala desa maupun perangkat desa saja. Namun juga bisa masyarakat yang ada di sana. Khususnya dari kalangan petani. “Terutama yang kita sasar itu para petani. Karena di desa-desa itu banyak petani,” jelasnya.

Nantinya, dana zakat yang terhimpun, kemungkinan besar akan dikembalikan ke desa tersebut lagi. Seperti disalurkan untuk warga yang tidak mampu. “Pada intinya Baznas memfasilitasi terkumpulnya zakat, nanti ya untuk memakmurkan ke desa tersebut,” pungkasnya. (fit)