BNN Lumajang Koordinasi dengan BNN Jakarta dan BNN Jatim

Lumajang, Motim - Badan Narkotika Nasional (BNN) Lumajang angkat bicara terkait dugaan ambulans Desa Ledoktempuro yang membawa sabu dan diamankan polisi di Sampang Madura. BNN Lumajang masih mencari kebenaran informasi tersebut.
Kepala BNN Lumajang AKBP Indra Brahmana
Kepala BNN Lumajang AKBP Indra Brahmana
“Khusus ini kami komunikasi dan koordinasi dengan Direktorat Intelijen BNN Jakarta dan BNN Jawa Timur. Karena sesuatu yang wajar untuk didalami dan dicari jawabannya,” kata Kepala BNN Lumajang AKBP Indra Brahmana pada wartawan, Senin (3/2/2020).

Namun Ia menegaskan, pihaknya tetap akan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Karena faktanya saat ini, barang bukti sabu tidak ditemukan dalam ambulans tersebut. “Faktanya BB (barang bukti) tidak ditemukan. Sopir pun melarikan diri,” ujarnya.

Dirinya juga menyebut wajar jika banyak masyarakat Lumajang yang bertanya-tanya kebenaran informasi tersebut pada BNN. Karena BNN memang fokus untuk penanganan narkoba. Ia juga mempelajari keterangan pers dari Polres Sampang soal tersebut.

“Dari keterangan pers Kapolres Sampang, kan ternyata ambulans ini dikejar oleh Tim Reskoba, kemudian yang beredar di lapangan, banyak berita yang beredar, katanya laka lantas biasa. Pertanyaannya laka lantas biasa, yang ngejar kok Tim Reskoba?” tegasnya.

“Ternyata selain dikejar, ini sempat dicegat. Informasinya seperti itu, sampai di Ketapang nabrak anggota yang mencoba menghentikan itu. Terus lari lagi digeletakkan di sebuah tempat dan ditinggalkan sopirnya,” lanjutnya.

“Ini kita kesempanginkan dulu sabunya, memang kan faktanya tidak ditemukan atau belum ditemukan. Tetapi kejadian-kejadian tadi perlu dijawab,” tambahnya.

Pihaknya memang tak berani memastikan, namun harus ada informasi yang terang dan jelas soal kejadian tersebut. “Kita harus bicara fakta. Saya harap ini segera terang dan jelas terungkap. Kan kuncinya ada di sopirnya,” ujar dia.

“Intinya apapun yang terjadi, tidak ada kejahatan yang sempurna. Apalagi zaman canggih, jejak digital pastinya ada. Nanti kita cek sama-sama, supaya tidak jarene (katanya),” pungkasnya. (cho/fit)