Camat Randuagung Himbau Kades Patuhi Juknis Ambulans Desa

Ambulans Desa Ledoktempuro yang diamankan polisi di Madura. (fit)
Lumajang, Motim - Camat Randuagung Kutum Hadi belum bisa berkomentar banyak terkait ambulans Desa Ledoktempuro yang diamankan polisi di Sampang Madura. Karena sesuai petunjuk teknis (juknis), ambulans desa tak boleh dibawa ke luar Lumajang.

“Ambulans desa itu tidak boleh dimanfaatkan untuk ke luar dari Lumajang. Di juknis itu untuk yang ke luar Lumajang harus menggunakan ambulans dari rumah sakit,” katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (3/2/2020).

Sehingga sementara ini, dirinya hanya bisa mengingatkan dan menghimbau kepala desa khususnya di Kecamatan Randuagung. Agar mereka mematuhi juknis yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan itu.

“Saya harap dan minta dengan hormat kepada kepala desa yang lain, bahwa pemanfaatan ambulans desa agar disesuaikan dengan juknis yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan,” kata Kutum.

Pihak pemerintah desa juga perlu benar-benar memahami isi dari juknis itu. Sehingga pemanfaatan ambulans itu sesuai dengan yang diharapkan. Yakni untuk pelayanan masyarakat yang sedang sakit. Bukan untuk hal-hal lainnya.

“Maksud dari pemerintah untuk ambulans desa yang cukup baik ini, untuk kepentingan warga kita yang sakit. Jadi tolong, juknis dibuka lagi, dipahami betul,” tegasnya.

Kutum ingin semua kades memperkat pemanfaatan ambulans desa. Termasuk untuk sopir, tidak semua orang bisa mengemudikannya. Harus sopir yang sudah resmi ditunjuk dan ada surat keputusan (SK).

“Harus ditunjuk sopir resmi yang khusus sebagai sopir armada ambulans desa. Sehingga tidak semua orang. Ada SK secara resmi sebagai sopir ambulans desa,” tuturnya. Ia menambahkan di wilayah Randuagung, ada 12 desa dan semua sudah mendapat ambulans. (fit)