Curi Plywood, Karyawan PT. Mustikatama Masuk Penjara

Lumajang, Motim - Aksi pencurian dengan pemberatan di PT. Mustikatama Grup yang terletak di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh pada Jum,at (7/2), sekira pukul 19.00 WIB, akhirnya berhasil diungkap oleh Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang.
foto ketiga pelaku
foto ketiga pelaku
Selain berhasil mengamankan 3 orang pelaku, dua diantaranya merupakan karyawan dari PT. Mustikatama Grup itu sendiri yaitu Rendrik EKO H (25), warga Dusun Krajan Desa Bago, Kecamatan Pasirian dan Yoram (21), warga Dusun Sidomukti, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Dan keduanya punya peran sebagai pelaku pencurian.

Satu orang lagi bernama Harianto (31), warga Dusun Krajan, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Dia punya peran sebagai pembeli atau penadah barang hasil curian dari kedua pelaku tersebut.

“Kami juga mengamanakan sejumlah barang bukti diantaranya 29 lembar triplek plywood, 4 buah Veener, 1 unit R3 Triseda, 1 unit Forklip dan truck Canter,” ucap Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Maskur, SH.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa awalnya pihak PT. Mustikatama Grup datang ke Polsek Tempeh melaporkan jika telah terjadi pencurian dengan pemberatan di PT. Mustikatama sesuai LP/10/II/2020/JATIM/RESLMJ/SEK TPH tertanggal 12 Februari 2020.

Atas laporan itu, Tim Cobra Tangguh bersama unit Reskrim terus mendatangi lokasi kejadian kemudian melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara juga menghimpun keterangan dari beberapa saksi dan diperoleh petunjuk yang mengarah kepada dua karyawan sebagai pelakunya.

“Kami tidak mau kecolongan Rendrik dan Yoram langsung diamankan. Saat diinterogasi, mengakui perbuatannya. Keduanya juga menyampaikan apabila hasil curiannya dijual kepada Harianto,” katanya.

Tim Cobra Tangguh pun terus mencari keberadaan Harianto dan berhasil diamankan. “Dia mengakui telah membeli barang hasil curian kedua pelaku,” tuturnya.

Kini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat pasal berbeda. Untuk Rendrik dan Yoram dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan diancam pidana hukuman penjara paling lama 7 tahun.

Sedang Harianto dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan diancam hukuman penjara paling lama 7 tahun.

“Sekarang ketiga pelaku sudah diamankan di rumah tahanan Polres Lumajang. Untuk sementara, kerugian PT. Mustikatama Grup sekitar 12 juta lebih,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah pencurian dengan pemberatan yang dilakukan para pelaku baru kali ini saja dan juga orang lain yang terlibat, Kasat Reskrim mengatakan kasus ini masih terus didalami oleh Tim Cobra Tangguh.

“Hasilnya, pasti kami infokan pada teman-teman media terkait berapa kali para pelaku melakukan pencurian termasuk ada atau tidak ada orang lain yang terlibat,” pungkas AKP Maskur, SH.(cho)