Indah: Perempuan Harus Berperan di Segala Bidang

Lumajang, Motim - Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyampaikan, perempuan harus mampu menunjukkan kualitas dan mampu berperan di segala bidang. Perempuan harus menunjukkan dirinya bahwa mereka berilmu, keberanian perempuan untuk tampil memainkan perannya tidak hanya sebagai ibu rumah tangga saja.
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati
“Tetapi juga sebagai pendamping suami yang bisa berperan di segala bidang, termasuk ikut menambah pendapatan keluarga,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Pengarusutamaan Gender di Ruang Nararrya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Rabu (5/2/2020).

Indah memandang saat ini budaya di tengah masyarakat masih menempatkan perempuan sebagai nomor dua. Padahal menurutnya, perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dengan laki-laki.

Ia berharap, konsep pengarusutamaan gender dapat diaplikasikan dalam perencanaan pembangungan di desa. Dengan adanya integrasi isu-isu gender dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa ini nantinya dapat menjadi langkah akselerasi.

Hal itu guna mengurangi kesenjangan gender dalam rangka menghasilkan kebijakan publik yang lebih efektif demi terwujudnya pembangunan yang adil dan merata bagi masyarakat. “Konsep pengarusutamaan gender itu harus diaplikasikan ke dalam semua program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun desa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, dr. Rosyidah menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender merupakan suatu strategi pembangunan agar tidak ada lagi kelompok yang tertinggal dalam pembangunan.

Melalui pengarusutamaan gender, kaum perempuan, laki-laki, kaum difabel, lansia, dan kelompok rentan lainnya dapat memperoleh akses partisipasi kontrol dan manfaat dari pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh pendamping desa se-Kabupaten Lumajang dengan harapan bisa mengawal program pembangunan di desa dapat sejalan dengan konsep pengarusutamaan gender. “Jadi kegiatan di desa harus berbasis gender,” pungkasnya. (fit)