Oknum Ojol: Gunakan Sabu Karena Sering Bertengkar Dengan Keluarga

Lumajang, Motim - Seorang pria muda yang diketahui bekerja sebagai ojek online dibekuk tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lumajang, karena kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan serta menggunakan Narkotika jenis sabu.
Kapolres Lumajang  saat press release
Kapolres Lumajang  saat press release
Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, S.IK, M.Si kepada media saat press release Jum'at (21/2), menuturkan pelaku merupakan warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, berinisial Ho.

Dari tangannya diamankan seperangkat alat hisap sabu dan satu buah plastik berisi serbuk kristal diduga sabu seberat 0,36 gram.

Pekerja Ojol ini dibekuk lengkap dengan barang bukti di dalam kamar Homestay Nizar, yang terletak di jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Kota Lumajang Minggu kemarin sekira pukul 00.05 WIB.

“Alasan pelaku menggunakan sabu untuk menenangkan diri karena sering bertengkar dengan keluarganya,” katanya.

Menurut pelaku barang haram itu dibeli dari seorang temannya berinisial Na warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung sebesar 200 ribu dan digunakan di rumahnya ketika tidak ada orang.

Beberapa hari kemudian membeli lagi seharga 200 ribu digunakan di rumah temannya yang terletak di wilayah Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Kota.

Tak berselang lama pelaku membeli lagi seharga 300 ribu rencananya akan digunakan di kamar Homstay tersebut. Namun dia apes dibekuk tim opsnal Sat Resnarkoba lengkap berikut BB. “Dia ditangkap pembelian ketiga kalinya,” ungkapnya.

Perbuatan pelaku melanggar pasal 112 jo 127 UURI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dipidana hukuman penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak sebesar Rp 8.000.000.000 (Delapan Milyar).

“Saat ini pelaku sudah diamankan di rumah tahanan Polres Lumajang,” ungkapnya lagi.

Masih kata Kapolres, penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan masyarakat terkait adanya penyalahgunaan narkotika yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga berhari-hari.

“Masih dikembangkan untuk mencari sekaligus menangkap pelaku yang lain,” pungkasnya. (cho)