Pak Tomo, Sudah 15 Tahun Mencari Lobster di Pantai Selatan

Lumajang, Motim - Tomo, pria berusia sekitar 50 tahun bercerita tentang pengalamannya sebagai nelayan. Sudah 15 tahun, warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian ini mengarungi pantai selatan Lumajang untuk mencari ikan, khusunya lobster.
Pak Tomo menunjukkan lobster hasil tangkapannya
Pak Tomo menunjukkan lobster hasil tangkapannya
“Kadang mencari di Pantai Selok, kadang di Pantai Dampar,” katanya Selasa (11/2/2020).

Ia menyampaikan, meski harganya mahal, tidak mudah mencari lobster. Tidak mesti tiap hari dapat. “Tidak bisa dipastikan, tergantung rezeki dari Tuhan. Kadang bisa satu minggu gak dapat,” ucapnya.

Meski begitu dirinya tetap setiap hari melaut untuk mencari ikan. Khusus untuk lobster, paling banyak Ia pernah mendapat 5 kilogram dalam sehari. Untuk harganya, tergantung jenis lobster yang Ia tangkap.

“Untuk yang Lobster Pasir harganya sekitar 260 ribu perkilogram. Yang mahal itu yang Lobster Mutiara bisa Rp 800 ribu perkilogram,” kata dia.

Namun setiap kali melaut, Ia tidak pernah sendirian. Dalam satu perahu ada 3 nelayan. Sehingga hasil tangkapan akan dibagi 3 orang. “Uang yang didapat dibagi, tidak mesti dapatnya. Kadang hanya dapat Rp 20 ribu per orang,” katanya.

Tak hanya itu, kadang Ia bersama teman-temannya juga harus bergelut dengan cuaca yang buruk. “Kadang angin, gelombang tinggi. Kadang tetap kita terjang, karena ini sudah usaha kita,” jelasnya.

Bahkan Ia mengaku, pernah 2 hari melaut namun pulang tidak dapat lobster yang diharapkan. “Sedangkan keluarga di rumah ya khawatir. Tapi bukan hanya lobster, jadi ikan apa yang kita dapat dari laut kita bawa pulang,” pungkasnya. (fit)