Petani Bangkalan Belajar ke Kelompok Lumbung Pangan Desa Rojopolo

Lumajang, Motim - Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Lumbung Pangan di Bangkalan datang ke Lumajang, Rabu (19/2/2020). Binaan dari Dinas Ketahanan Pangan Bangkalan ini belajar pada Kelompok Lumbung Pangan di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto. Karena sudah dinilai sukses dalam mengelola gabah secara mendiri dari para anggotanya.
Kelompok Lumbung Pangan Bangkalan belajar ke Desa Rojopolo
Kelompok Lumbung Pangan Bangkalan belajar ke Desa Rojopolo
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lumajang, Ir. Sutan Wardono menjelaskan, Kelompok Lumbung Pangan di Desa Rojopolo, saat ini sudah bisa membeli gabah hasil panen dari anggotanya. Kemudian kelompok bernama ‘Hasil Tani’ itu juga sudah mampu memproses sendiri gabah tersebut menjadi beras.

“Beras ini kemudian bisa menjadi cadangan pangan di desa tersebut. Atau juga bisa dijual ke masyarakat sekitar, di Lumajang atau di luar Lumajang,” katanya pada Memo Timur, Kamis (20/2/2020). Tak tanggung-tanggung, kapasitas produksi mereka sudah mencapai 200 ton per bulan.

Kelompok Lumbung Pangan di Desa Rojopolo ini bisa berjalan dengan optimal, tak lepas dari peran Dinas Ketahanan Pangan dalam melakukan pembinaan. Ditambah bantuan sarana dan prasarana yang diberikan kepada mereka.

Dibandingkan dengan Kelompok Lumbung Pangan yang ada di Bangkalan, di sana para petani masih terfokus dalam peningkatan produktifitas. “Baru ketika hasilnya sudah sesuai, ingin dikembangkan seperti yang ada di Lumajang. Nanti juga akan beli gabah dari para anggotanya dan memproses menjadi beras,” terang Sutan.

Ia menjelaskan, Kelompok Lumbung Pangan dibentuk di sejumlah desa di Lumajang. Selain agar petani mampu menyimpan cadangan beras, juga untuk menjaga stabilitas harga beras itu sendiri. Karena tak terpengaruh adanya kemungkinan permainan harga dari para tengkulak.

“Karena biasanya saat panen raya, harga anjlok. Saat musim paceklik, harga naik namun petani produksinya rendah. Jadi kalau ini harganya stabil, karena dibeli oleh kelompok dan dikelola sendiri,” ujarnya.

Sutan menambahkan, ada puluhan Kelompok Lumbung Pangan yang dibentuk di Lumajang. Namun tidak semuanya bisa berjalan dengan optimal. Hanya sebagian saja yang sudah bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

“Sekitar belasan yang berjalan dengan bagus. Salahsatunya seperti di Desa Rojopolo ini,” pungkasnya. (fit)