Polisi Dalami Kematian 2 Anak SD di Lokasi Tambang

AKP Maskur mendatangi lokasi kejadian. (cho)
Lumajang, Motim - Polres Lumajang masih mendalami kasus kematian 2 anak Sekolah Dasar (SD), yang tenggelam di aliran Sungai Mujur, Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh yang juga menjadi lokasi pertambangan pasir.

Kasat Reskrim polres Lumajang, AKP Maskur menegaskan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Diantaranya untuk mengecek kelengkapan administrasi penambangan dan sebagainya.

“Saya sudah mendapatkan data awal dari pihak Polsek Tempeh, bahwa kegiatan (penambangan) itu sudah dilengkapi dengan IUP OP (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi), hal-hal lain masih kami dalami,” katanya pada wartawan, Senin (3/2/2020).

Seperti diketahui, lokasi tambang pasir itu izinnya dimiliki CV. Alka dengan direkturnya Jamal Abdullah.

Atas kejadian ini, Kasat Reskrim juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. “Tentunya kejadian kemarin sangat disayangkan. Semestinya anak-anak ini mendapat pengawasan orangtuanya,” ujarnya.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (2/2/2020). Awalnya korban Very Agustiyar (10) dan Thorik (7) bersama teman-temannya mandi di sungai itu. Kemudian, salahsatu dari mereka, Thorik tenggelam. Mengetahui temannya tenggelam, Very berusaha menolong. Namun dirinya ikut tenggelam.

Akhirnya anak-anak yang lain berusaha mencari pertolongan ke warga. Tak lama kemudian warga berdatangan ke lokasi kejadian dan mencari korban tenggelam. Kedua korban dapat ditemukan kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pengecekan secara medis oleh dokter puskesmas Tempeh, ternyata kedua korban dinyatakan meninggal dunia. (fit/cho)