TKI asal Kalisemut Pulang Dalam Kondisi Memprihatinkan

Lumajang, Motim - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Lumajang kembali mendapat nasib kurang baik di luar negeri. Kali ini TKI bernama Musnayah, warga Desa Kalisemut, Kecamatan Padang pulang dalam kondisi yang memprihatinkan.
Musnayah (tengah) ketika tiba di rumahnya di Desa Kalisemut
Musnayah (tengah) ketika tiba di rumahnya di Desa Kalisemut
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang menyampaikan, Musnayah menderita sakit di Malaysia. Namun pihak majikan tidak ada pertanggungjawaban. Sebelum dipulangkan, bahkan Ia terpaksa tinggal di Shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

SBMI Lumajang pertama kali menerima laporan ada TKI Lumajang yang sakit di Malaysia pada 27 Desember 2019. Kemudian SBMI Lumajang melakukan penelusuran di Desa Kalisemut untuk mencari pihak keluarga dari Musnayah.

Yang bersangkutan juga diduga menjadi korban perdagangan orang. Karena tidak ada tanggungjawab dari majikan. Serta semua dokumen penting yang Ia bawa ke Malaysia tidak ditemukan.

“Diduga Ia dibuang majikan dalam kondisi sakit dan diduga akibat tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Semua dokumen dipegang majikan. Ia dalam kondisi tertekan sehingga pihak KBRI kesulitan dalam melacak majikannnya,” kata Wakil SBMI Lumajang, Madiono, Minggu (9/2/2020).

Berkat koordinasi Kepala Desa Kalisemut, akhirnya SBMI Lumajang berhasil melengkapkan kelengkapan dokumen untuk memulangkan Musnayah. Namun proses pemulangan itu butuh waktu yang lama.

“Baru setelah satu bulan lebih, proses pemulangan dapat dilakukan karena Pemerintah Malaysia sejak tahun 2020 melakukan pengawasan ketat,” uajrnya.

Musnayah pun berhasil dipulangkan pada Kamis (6/2/2020). Ia tiba di rumahnya sekitar pukul 7 malam. Dari bandara diantar oleh Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang.

“Menurut penuturan keluarga, Bu Musnayah tidak ada kabar sekitar 18 tahun. Waktu meninggalkan rumah Bu Musnayah membawa anak laki-laki berumur 4 tahun. Namun anaknya tidak diketahui keberadaannya. Waktu di KBRI, Bu Musnayah hanya sendirian,” jelasnya.

Ia pun berharap, kedepan tidak ada lagi TKI asal Lumajang khsusnya yang mendapat nasib kurang baik di Malaysia. Cara untuk meminimalisir hal itu adalah dengan berangkat ke luar negeri sesuai dengan prosedur yang ada.

“Semoga kedepannya tidak ada lagi yang berangkat bekerja keluar negeri secara ilegal atau melalui calo/tekong. Karena secara ilegal atau unprosedural akan dijerat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” pungkasnya. (fit)