Bades, Desa Penghasil Garam yang Lumayan Bagus

Produksi garam di Desa Bades Kecamatan Pasirian. (*)
Lumajang, Motim - Memiliki wilayah pantai, Desa Bades Kecamatan Pasirian sebagai salahsatu desa di Lumajang yang berpotensi sebagai penghasil garam. Selama ini masyarakat di sana, sudah mencoba melakukan produksi garam dengan cara sederhana.

Hasilnya, ternyata garam yang dihasilkan dari kawasan tersebut kualitasnya lumayan bagus. “Kadar garamnya, kualitas garamnya ini bagus,” kata Kepala Dinas Perikanan Lumajang Ir. Agus Widarto, Minggu (15/3/2020).

Namun selama ini potensi itu belum bisa dikelola secara maksimal. Petani garam di sana memiliki keterbatasan sarana dan prasarana untuk berproduksi. Proses dan alat yang digunakan juga sangat terbatas.

“Kendalanya di sarana dan prasarana, masih belum mendukung. Kolamnya dari terpal, bukan seperti tambak. Ngambil airnya juga kurang efektif, pakai pipa panjang,” ucapnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga tidak bisa berproduksi terus menerus. Karena masih tergantung pada cuaca. Produksi banyak dilakukan saat musim kemarau. Karena jika saat musim hujan, bisa mempengaruhi pada kualitas garam.

“Mungkin jik ada tempat tertutup, bisa produksi terus meski musim hujan,” ungkapnya.

Agus Widarto menambahkan, selama ini, sekali produksi, garam yang dihasilkan bisa mencapai 2 ton. Namun garam yang dihasilkan tidak bisa langsung dikonsumsi karena masih mentah atau belum beryodium. Sehingga garam itu dijual ke pihak lain, untuk dikelola lagi.

Pihak yang membeli garam itu, juga berani menawar cukup mahal. Yakni sampai 2 ribu perkilogram. Padahal kata Agus Widarto, di waktu bersamaan, garam dari petani di Probolinggo dihargai Rp 500 per kilogram.

“Itu garam masih belum beryodium, masih mentah,” ujarnya.

Dinas Perikanan pun sudah mengusulkan bantuan ke pusat untuk sarana dan prasarana. Sehingga produksi garam di Desa Bades bisa lebih optimal lagi. “Rencana kita pengembangan bersama pemerintah pusat. Kita ajukan peralatan supaya proses produksi lebih efektif,” pungkasnya. (fit)