Bayi Ditemukan di Ladang Tebu, Pelaku Ternyata Ibunya Sendiri

Kapolres saat melihat kondisi bayi. (cho) 
Lumajang, Motim - Masyarakat Dusun Kebonan, Desa/Kecamatan Ranuyoso, pada Jumat (6/3) sekira pukul 11.00 wib, mendadak heboh. Pasalnya, salah satu warga setempat menemukan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dengan tali pusar masih menempel di sekitar kebun tebu milik warga. 

Kapolsek Ranuyoso Iptu Ari Hartono, SH, MH kepada Memo Timur menyampaikan bayi itu pertama kali ditemukan seorang ibu rumah tangga bernama Sutik (50) warga setempat yang kala itu tengah mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Mendengar ada suara bayi, penasaran saksi berhenti mencari rumput melaikan mencari tau dari mana datangnya suara bayi tersebut.

Saksi pun terus melakukan pencarian disekitar kebun tebu tersebut dan beberapa saat kemudian, saksi dibuat kaget ketika melihat bayi mungil dalam kondisi telanjang dalam kondisi semut tali pusarnya juga dikerumuni ulat dan mulai berbau.

Melihat itu, saksi memanggil kerabatnya untuk membantu mengamankan bayi lalu dibawa ke rumahnya terus dimandikan. Usai dimandikan langsung dibawa ke Puskesmas Ranuyoso.

Usai mendapat perawatan sementara, bayi itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang."Jadi yang menemukan bayi itu adalah Bu Sutik " katanya.

Lanjut Ari Hartono bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh 4,8 Centimeter, berat badan 2,5 kilogram, lingkar kepala 32 Centimetet dan lingkat dada 32 Centimeter, diduga dibuang oleh orang tua kurang lebih dari 1x24 jam. 

Pelaku berhasil diamankan. (cho)
Namun tak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polsek Ranuyoso diback up Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, S.IK, M.SI melalui Kasubbag Humas Ipda Catur Budi Bhaskara menyampaikan setelah dilakukan proses penyelidikan kurang lebih 11 jam lamanya akhirnya petugas mengamankan seorang perempuan diduga sebagai pelaku yang sekaligus ibu dari bayi tersebut. 

Dia bernama Wiwik Fitriani (24), asal Dusun Krajan, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, dia telah berdomisili di Dusun Kebonan, Desa/Kecamatan Ranuyoso, tak jauh dari lokasi ditemukannya bayi tersebut.

"Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Ranuyoso, bahwa bersangkutan paska lahiran," ucapnya.

Saat ditanya kenapa tega membuang bayi yang baru dilahirkan itu, pelaku mengaku malu kepada masyarakat, karena bayi itu hasil hubungan terlarang dengan pria selingkuhannya.

"Suami pelaku pergi merantau ke Kalimantan dan sudah lama tidak pulang," ungkapnya.

Atas perbuatannya itu Wiwik Fitriani langsung ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 76 B UURI Nomor 35 tahun 2014 Jo pasal 77 B UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Kini pelaku sudah ditahan di rumah tahanan Polsek Ranuyoso," pungkas Catur Budi Bhaskara. (cho)