Diskan akan Bangun Kawasan Konservasi Penyu di Wotgalih

Lumajang, Motim - Dinas Perikanan (Diskan) Lumajang bakal membangun kawasan konservasi penyu di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Karena melihat potensi penyu di pantai tersebut cukup tinggi. Apalagi sebelumnya, ada laporan banyaknya jual beli telur penyu oleh masyarakat.
Pantai Mbah Drajid Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun
Pantai Mbah Drajid Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun
Kepala Diskan Lumajang, Ir. Agus Widarto menyampaikan, sebenarnya sepanjang pantai di Kabupaten Lumajang memiliki potensi penyu cukup tinggi. “Dari Kecamatan Tempursari sampai Kecamatan Yosowilangun,” katanya, Rabu (11/3/2020).

Namun menurutnya, yang memiliki potensi sangat besar, selain di Pantai Mbah Drajid adalah di Kecamatan Tempursari. Diantaranya di Pantai Bulurejo, Tegalrejo, dan Watu Godeg. Kemudian juga di beberapa pantai di Kecamatan Pasirian.

Kenapa kemudian kawasan konservasi akan dibangun di Pantai Mbah Drajid, karena sebelumnya telah ditemukan penyu yang mati di sana. Namun bangkai penyu itu akhirnya menghilang, tidak tahu siapa yang membawanya.

Agus Widarto menambahkan, pihaknya juga sering mendengar laporan adanya telur penyu yang diperjualbelikan. Tetapi ketika melakukan penelusuran dan menanyakan ke para nelayan, tidak ada yang mengaku.

“Ada orang-orang yang ngambil telurnya penyu,” ucapnya.

Padahal penyu adalah satwa yang dilindungi. Pihak yang melakukan penangkapan liar atau jual beli telur penyu tersebut juga bisa dihukum. “Iya, jual beli bisa dipidana sebetulnya, ada undang-undang. Kita mencegah, supaya telur ini tidak diperjualbelikan. Kita juga melestarikan penyu,” ucapnya.

Melihat kondisi ini, akhirnya Diskan bersama Kades Wotgalih serta pihak lainnya di desa itu berinisiatif membangun kawasan konservasi di sana. Nanti ada penakaran penyu di kawasan tersebut. “Potensinya sekitar satu hektare,” jelasnya.

Lanjutnya, biasanya penyu itu akan datang ke pantai untuk bertelur ketika musim kemarau. Direncanakan pada tahun ini kawasan konservasi itu sudah terbangun. “Kita buat penangkaran, kita tunggu penyu-penyu itu datang secara alami,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ketika sudah menjadi ada kawasan konservasi, nantinya Pantai Mbah Drajid juga memiliki daya tarik lainnya untuk mendatangkan wisatawan. “Ini kan juga bisa dijadikan obyek wisata,” pungkasnya. (fit)