Dua Lansia Tinggal di Rumah Tak Layak, Baznas Akan Bantu Perbaiki

Lumajang, Motim - Kondisi kehidupan 2 wanita lanjut usia (lansia) bernama Mariamah dan Sunariyah sungguh memprihatinkan. Kakak beradik itu tinggal berdua di rumah tak layak huni di Dusun Besuk, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro.
Baznas dan Tim Penggerak PKK Lumajang mengunjungi rumah tak layak huni
Baznas dan Tim Penggerak PKK Lumajang mengunjungi rumah tak layak huni
Terlihat rumah mereka terbuat dari gedek atau anyaman dari bambu. Kemudian lantainya masih dari tanah. Tempat tidur dari bambu dengan kasur dan bantal yang sudah lusuh. Di rumah itu tak ada dapur dan kamar mandi.

Untuk kebutuhan makan, keduanya setiap hari harus mengandalkan bantuan makan dari saudaranya. Sementara salahsatu dari mereka, Mariamah kesehatannya sudah terganggu. Penglihatannya sudah tak baik, dimungkinkan menderita katarak.

Kisah kehidupan kakak beradik itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Hingga akhirnya pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang bersama Tim Penggerak PKK Lumajang mendatangi rumah tersebut.

Ketika ditanya usia, keduanya sudah tak ingat lagi usia berapa. Diperkirakan keduanya sudah berusia di atas 70 tahun dan sama-sama tak memiliki anak. Mereka mengaku sudah sejak 2 tahun yang lalu tinggal di rumah tersebut.

Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi menyampaikan, awalnya kedua lansia itu tinggal di rumah saudaranya. Namun kemudian keduanya memilih untuk tinggal di rumah tak layak yang berdiri di atas tanah milik saudaranya itu.

“Kondisi kedua ibu ini sangat memprihatinkan. Untuk makan diberi saudara dan tetangganya. Karena dia sudah tidak memungkinkan untuk masak, rumahnya tidak ada dapur dan kamar mandi,” katanya, Selasa (10/3/2020).

Melihat kondisi yang seperti ini, pihaknya akan menyalurkan bantuan untuk bedah rumah tersebut. Pihak pemerintah desa setempat juga akan ikut membantu memperbaiki agar rumah itu bisa layak ditinggali.

Saat ini segala administrasi yang dibutuhkan masih diproses. Agar bedah rumah itu bisa segera dilaksanakan. “Data kependudukannya masih diproses. Minggu depan mungkin bisa sudah kita mulai,” ucapnya.

Sebelumnya, rumah tersebut sebenarnya sudah akan mendapat bantuan untuk diperbaiki. Namun karena pemilik tanahnya tidak mau, akhirnya bantuan itu batal turun. “Baru kali ini diizinkan akhirnya akan dibangun. Kita melihat dari sisi kemanusiaannya, karena sudah tidak layak,” pungkasnya. (fit)