Gula Rafinasi Masuk ke Industri Gula Merah di Lumajang

Sekretaris Dindag Lumajang Drs Aziz Fahrurrozi. (fit)
Lumajang, Motim - Gula rafinasi diketahui tidak boleh sembarang diperjualbelikan. Gula ini diperuntukan untuk bahan campuran oleh industri makanan dan minuman. Tidak boleh dikonsumsi langsung karena berbahaya.

Dari temuan Memo Timur, gula ini sudah masuk ke wilayah Lumajang. Dijumpai ada pengiriman gula rafinasi di beberapa tempat. Namun ini bukan hal baru. Sudah sejak cukup lama, diketahui ada pendistribusian gula rafinasi ke Lumajang.

Ditelusuri lebih lanjut, gula rafinasi itu diduga masuk ke industri gula merah. Khususnya di wilayah Lumajang selatan. Gula tersebut sengaja dipesan sebagai bahan campuran pembuatan gula merah.

Pihak Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang saat dikonfirmasi terkait ini, membenarkan hal tersebut. Dindag sudah mengetahui dan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran gula rafinasi.

Memang sesuai aturan, gula rafinasi boleh digunakan oleh industri untuk bahan campuran makanan dan minuman. “Jadi menurut Balai Konsumen, (gula rafinasi) itu diperbolehkan tapi hanya untuk usaha mamin (makanan dan minuman),” kata Sekretaris Dindag Lumajang Drs Aziz Fahrurrozi, Senin (16/3/2020).

Selama ini, menurut Dindag pengiriman gula rafinasi di Lumajang memang hanya ke tempat-tempat industri gula merah. Belum ditemukan di pasaran adanya penjualan gula rafinasi.

Meski begitu, pihak industri sudah harus mengantongi izin dalam pembuatan makanan dan minuman tersebut. Jika belum ada izinnya, tentu akan ditindak. “Otomatis akan dioperasi, kalau belum ada izinya,” ungkapnya.

Lanjutnya, jadi tidak sembarang orang bisa mendatangkan gula rafinasi. Segala perizinan harus dipenuhi. Untuk industri makanan dan minuman, salahsatunya harus punya izin dari Dinas Kesehatan. “Kalau izinnya sudah, silahkan,” pungkasnya. (fit)