Kawi Dianiaya 2 OTD Bercadar

Lumajang, Motim - Dianiaya orang tak dikenal menggunakan stik besi, seorang pekebun bernama Kawi (57), warga Dusun Sumberjeding, Desa Curah Petung, Kecamatan, mengalami luka lecet pada kedua tangannya serta luka memar pada bagian punggungnya.
Korban saat dimintai keterangan petugas
Korban saat dimintai keterangan petugas
Beruntung, korban segera mendapat pertolongan warga kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat. Sedang aparat kepolisian setempat langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun gagal.

“Pak polisi tidak berhasil menangkap pelaku, karena pelakunya lari ke lahan tebu milik warga sebelah lokasi kejadian Mas,” kata Juma'in kepada sejumlah media.

Kapolsek Kedungjajang, Iptu Nur Kamim, SH ketika dikonfirmasi membenarkan. “Begitu memperoleh laporan, kami bersama anggota terus ke lokasi dan melakukan pengejaran. Kami terkendala, karena pelaku lari ke lahan tebu yang cukup luas,” tuturnya.

Namun demikian pihaknya terus melakukan proses penyelidikan yang diback up Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang guna mengungkap kasus penganiayaan yang menimpa korban ini.

Pihaknya sangat yakin dalam waktu tidak lama lagi akan terungkap. Apalagi ciri-ciri pelaku sudah dikantongi dan saat ini masih dalam pencarian. “Kami optimis pelaku segera tergaet,” jelasnya.

Penganiayaan yang terjadi pada Senin (23/3), sekira pukul 19.00 WIB di jalan Dusun Wetan Sepuran, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, malam itu korban perjalanan pulang dari rumah kerabatnya. “Sambang saudara,” ungkapnya.

Di tengah perjalanan pulang dengan menaiki sepeda motor, tiba-tiba korban dihadang dua orang tak dikenal yang tiba-tiba keluar dari lahan tebu dimana kedua OTD ini menggunakan cadar alias penutup wajah.

Tanpa berkata sepatah katapun, kedua OTD langsung memukul atau menganiaya korban menggunakan stik besi hingga beberapa kali kemudian kabur dan menghilang di lahan tebu.

Kondisi korban hanya luka lecet dan memar dan sudah mendapat perawatan medis juga sudah dilakukan visum et repertum di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kami berusaha agar kasus ini secepatnya terungkap dan pelakunya tertangkap,” pungkas Kapolsek Kedungjajang.(cho)