Kekurangan Murid, 8 SD Negeri Harus Diregrouping

Lumajang, Motim - Ada 8 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Lumajang terpaksa ditutup dan diregrouping atau digabungkan dengan SD lainnya pada 2019. Hal ini dilakukan Dinas Pendidikan Lumajang, karena sekolah tersebut kekurangan murid.
Bangunan SD Negeri Tunjungrejo 01 Kecamatan Yosowilangun
Bangunan SD Negeri Tunjungrejo 01 Kecamatan Yosowilangun
Data dari Dinas Pendidikan Lumajang, 8 sekolah itu diantaranya SD Negeri Kandang Tepus 04 Kecamatan Senduro, SD Negeri Tunjungrejo 01 Kecamatan Yosowilangun, SD Negeri Jarit 04 Kecamatan Candipuro, SD Negeri Kalibendo 03 Kecamatan Pasirian.

Kemudian SD Negeri Pasrujambe 07 Kecamatan Pasrujambe, SD Negeri Banyuputih Lor Kecamatan Randuagung, SD Negeri Jenggrong 03 Kecamatan Ranuyoso, dan SD Negeri Klanting 01 Kecamatan Sukodono.

Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Lumajang, Drs. Nanang Luntomiharjo menyampaikan, sesuai aturan, minimal tiap kelas seharusnya ada 28 murid. Jadi jika ada 6 kelas, berarti di sekolah itu minimal ada 168 murid.

“Jadi yang jelas sekolah yang diregrouping itu jumlah siswanya sedikit sekali,” ucapnya, Kamis (12/3/2020).

Menurutnya, minimnya jumlah murid yang bersekolah di sana, karena kurang diminati oleh masyarakat setempat. “Mungkin secara umum di lembaga (sekolah) itu kurang begitu disenangi oleh masyarakat,” lanjutnya.

Agar selanjutnya tak ada lagi sekolah yang ditutup dan diregrouping, Ia berharap semua sekolah bisa berbenah. “Kita menghimbau, mindset lembaga (sekolah) itu harus diubah, mindset kepala sekolahnya,” kata dia.

Nanang juga ingin sekolah meninggalkan pola lama. Supaya lebih dipercaya oleh masyarakat setempat. “Harus ada inovasi baru, sehingga lembaga (sekolah) itu mulai diminati lagi oleh masyarakat di sekitar itu,” pungkasnya. (fit)