Lava Pijar Masih Terlihat Keluar dari Gunung Semeru

Lumajang, Motim - Sudah lebih dari sepekan, Gunung Semeru terlihat mengeluarkan lava pijar pada malam hari. Hingga, Selasa (10/3/2020), malam, lava pijar terpantau masih keluar dari Puncak Mahameru. Meskipun, semburan lava pijar kali ini tidak sebesar sebelumnya.
Gunung Semeru ketika mengeluarkan lava pijar
Gunung Semeru ketika mengeluarkan lava pijar
“Lava pijar masih terlihat keluar sedikit,” kata David, warga Desa Kalibening, Kecamatan Pronojiwo, Rabu (11/3/2020).

Sementara laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, pada malam itu, teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur sejauh 500 meter ke arah Besuk Kobokan. Sinar api juga terlihat setinggi 50 meter di atas kawah.

Pada pagi harinya, Gunung Semeru sempat tertutupi kabut. Kemudian tak ada asap keluar dari kawah. Namun ada satu kali guguran dengan jarak luncur sekitar 750 meter ke arah Besuk Kembar.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, menyampaikan sesuai laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, hingga saat ini status Gunung Semeru tidak ada perubahan.

“Masih aman, status Level II Waspada,” ucapnya.

Dengan kondisi saat ini, Wawan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktifitas di dekat Gunung Semeru. Khusunya di lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko).

“Karena sebagai alur luncuran awan panas. Jadi harus diwaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko,” pungkasnya. (fit)