Maling Gasak 4 Ekor Sapi

Lumajang, Motim - Aksi pencurian ternak sapi di wilayah Kecamatan Randuagung, kambuh lagi. Semalam tiga kandang sapi milik warga Dusun Jabaan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, disatroni pelaku kejahatan.
Kondisi salah satu kandang korban
Kondisi salah satu kandang korban
Tak tanggung-tanggung, pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari 4 orang itu berhasil menggasak 4 ekor sapi dengan rincian milik Saidi 1 ekor, milik Nur Saman 1 ekor dan milik Turiman 2 ekor.

Aksi pencurian sapi itu terjadi pada Kamis (26/3), diperkirakan antara pukul 02.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB. “Korban bernama Saidi mengetahui sapinya raib dari kandangnya sekira pukul 05.30 WIB, saat bangun tidur,” ucap Joko kepada media

Begitu melihat sapinya raib, korban terus menghubungi kerabat keluarganya, tetangganya kemudian melaporkan ke Kepala Dusun dilanjutkan ke Kepala Desa, Babinkamtibmas juga ke Babinsa setempat.

“Ternyata pagi itu yang kehilangan sapi bukan hanya Saidi, tapi juga Nur Saman dan Turiman,” katanya.

Dibantu warga dan petugas dari Polsek dan Koramil Randuagung, korban terus melakukan pencarian dengan mengikuti jejak kaki sapi.

Sebagian warga juga melakukan pemblokiran jalan di sejumlah titik menuju perbatasan wilayah Kecamatan Randuagung dengan wilayah Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember juga ke wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Namun upaya pencarian tersebut hingga Sabtu (28/3) sore, tidak menemukan sapi milik ketiga korban. Kerugian ketiga korban diperkirakan mencapai 75 juta.

“Berkaca dari kejadian ini, betapa pentingnya menghidupkan pos kamling di masing-masing Dusun secara bergantian Mas,” terang Joko.

Kapolsek Randuagung, AKP Setyo Budi ketika dikonfirmasi media membenarkan kejadian tersebut. “Kami bersama warga juga dibantu anggota Koramil sudah melakukan pencarian ke semua titik yang dicurigai dilewati para pelaku. Tapi hingga dua hari ini tidak berhasil menemukan sapi milik korban,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya terus melakukan proses penyelidikan berharap mendapatkan petunjuk, sehingga bisa mengungkapnya. “Doakan kami segera bisa mengungkapnya,” pungkas Setyo. (cho)