Mobil Tengkulak BBM Eceran, Terbakar

Lumajang, Motim - Mobil carry pick up yang diduga mengangkut beberapa tong berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalit terbakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, pada Senin (16/3), sekira pukul 23.00 WIB.
Petugas saat melakukan pemadaman
Petugas saat melakukan pemadaman
Akibat peristiwa itu mobil Carry Pick Up milik tengkulak BBM eceran bernama Roni (38), warga Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, ludes dilahap api. Sebuah bus pariwisata yang sedang parkir tak jauh dari lokasi kejadian juga ludes terbakar.

“Truck Fuso yang parkir sebelah bus pariwisata itu juga terbakar. Tapi body bagian depan saja Mas,” ucap Abdullah kepada sejumlah media.

Kasubbag Humas Polres Lumajang, Ipda Catur Budi Bhaskara ketika dikonfirmasi Memo Timur, Selasa (17/3), membenarkan kejadian tersebut. Kasus itu sudah ditangani penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.

“Pemilik mobil yang terbakar sudah diamankan di Polres Lumajang untuk dimintai keterangan,” katanya.

Kejadian bermula mobil Carry Pick Up yang dikendarai korban membawa 4 tong dimana 2 tong sudah berisi BBM jenis pertalit, masing-masing sebanyak 32 liter, ikut antrian membeli BBM untuk 2 tong yang masih kosong.

Saat gilirannya, korban terus menstater mobilnya, terdengar suara ledakan dari body bagian belakang yang diikuti oleh percikan api dan membakar mobilnya hingga ludes. “Petugas SPBU sempat melakukan pemadaman menggunakan alat manual. Namun, gagal,” ungkapnya.

Kobaran api semakin menjadi hingga merembet dan membakar sebuah bus pariwisata yang sedang parkir tak jauh dari lokasi kejadian. Truck yang juga parkir berdekatan tak luput dari amukan api.

Beruntung, petugas dari pemadam kebakaran segera tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman, dibantu petugas bersama warga. Tak butuh waktu lama kobaran api pun berhasil dipadamkan.

“Begitu mendapat laporan kejadian itu, kami terus menghubungi PMK juga pihak terkait. Alhamdulillah kobaran api bisa teratasi dengan cepat, sehingga api tidak merembet kemana-mana,” ungkapnya lagi.

Saat ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu hingga sebuah bus dan truck ludes terbakar, Catur menyampaikan kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Siapa yang harus bertanggungjawab menunggu hasil proses pemeriksaan selesai Mas,” pungkasnya. (fit)