Panen Padi di Rowokangkung Terganggu Banjir

Lumajang, Motim - Banjir yang sempat melanda dua desa di Kecamatan Rowokangkunng juga berdampak pada lahan pertanian. Para petani harus bersabar, karena padi yang sudah siap panen tak bisa dipanen. Mereka harus menunggu banjir benar-benar surut.
Lahan pertanian terendam banjir
Lahan pertanian terendam banjir
“Terganggu sekali adanya banjir ini, tanaman padi yang siap untuk dipanen rupanya terganggu jauh. Siap panen, cuma mundur waktu panennya,” kata Kepala Desa Rowokangkung, Totok Hariyanto, Rabu (4/3/2020).

Memang sejauh ini belum ada lapoan adanya lahan padi yang rusak akibat banjir tersebut. Namun kades menegaskan, ada pengaruh pada kualitas panen padi nantinya. “Kalau rusaknya tidak, tapi yang jelas ada pengaruh pada kualitas panen,” ucapnya.

Totok menegaskan, terkait banjir ini, warganya sudah banyak yang mengeluh. Karena banjir tahunan itu tak kunjung segera terselesaikan. “Yang jelas mengeluh, masak banjir kok gak pernah teratasi, tiap tahun, bahkan langganan. Penyebab banjirnya dari dulu ya itu-itu saja,” ucapnya.

Sebagai kades, dirinya pun berharap persoalan ini bisa segera teratasi. “Biar bencana ini ada titik akhir. Biar gak kesannya tiap tahun seperti ini terus. Kita minta pada yang punya kewenangan baik itu dari Pemprov atau Pemkab,” ujarnya.

Selama banjir sebelumnya, Totok menyebut, ada sekitar 1.500 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. “Dari data kepala dusun, warga yang terdampak cukup banyak, jumlahnya mencapai 1.500 KK,” pungkasnya. (fit)