Pemkab Tutup Alun-Alun dan Tempat Wisata

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan pembatasan pada tempat-tempat yang bisa menjadi pusat kerumunan masyarakat. Sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19).
Alun-alun Lumajang ditutup untuk sementara waktu
Alun-alun Lumajang ditutup untuk sementara waktu
Sebelumnya, Pemkab telah meliburkan semua sekolah selama 2 pekan. Kali ini Pemkab menutup sejumlah ruang terbuka hijau (RTH). Serta sejumlah tempat wisata yang dikelolah oleh Pemkab Lumajang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Yuli Harismawati tempat yang ditutup itu diantaranya Alun-Alun Kota, Hutan Kota, dan Alun-Alun Pasirian. DLH juga tak mengoperasikan lampu Jembatan Pelangi dan Air Mancur.

“Jadi area yang banyak digunakan untuk kumpul-kumpul kita tutup,” katanya, Selasa (17/3/2020).

Kegiatan-kegiatan yang biasa digelar di ruang terbuka hijau itu akan ditiadakan sementara. Seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) yang biasanya digelar saat Minggu pagi dan malam Minggu.

“Semua permohonan ijin menggunakan RTH (ruang terbuka hijau) untuk acara juga tidak kita ijinkan,” ujarnya.

Jika masih ada yang berkunjung ke sana, Ia meminta kesadaran masyarakat untuk memahami kebijakan dari Pemkab Lumajang. Karena kebijakan ini untuk sementara, berlaku selama 14 hari. “Untuk memutus mata rantai peredaran Corona,” ungkap Yuli.

Pihaknya tidak ingin, ketika sekolah sudah diliburkan, namun anak-anak justru tetap keluar rumah dan memadati tempat tersebut. “Mereka harus diam di rumah. Ini perlu pemahaman orang tua,” pungkasnya.

Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lumajang telah menutup 3 tempat wisata yang dikelolah oleh Pemkab. Diantaranya Musium Daerah, Pemandian Alam Selokambang, dan Water Park KWT. (fit)